Dewan Desak Bupati Karo Relokasi Terminal dan Pusat Pasar

MEDAN | Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Drs Baskami Ginting mendesak Bupati Karo Terkelin Brahmana untuk segera merelokasi pusat pasar dan terminal bus dari inti Kota Kabanjahe ke pinggiran atau sekitar Pasar Singa Kabanjahe, untuk mengurangi kesemrautan dan ‘kekumuhan’ kota yang beberapa tahun terakhir ini sudah tidak tertata dengan baik.

KEPALA BARESKRIM“Kita melihat efek dari keberadaan pasar atau kios-kios bangunan yang berada di badan jalan inti Kota Kabanjahe menambah kesemrautan kota ditambah terminal-terminal angkutan kota yang membawa pengaruh buruk bagi keindahan dan kebersihan Kabanjahe. Bupati kita desak harus segera menata Kota Kabanjahe, agar bisa terlihat rapi,” tandas Baskami Ginting kepada wartawan, Senin (9/3/2015), di DPRD Sumut.

Ditambahkan anggota dewan Dapil Medan II ini, pasar yang menyediakan berbagai hasil kerajinan dan produksi pertanian masyarakat Karo tersebut banyak dikunjungi masyarakat, terutama yang berwisata di Karo.

Alangkah baiknya ditata dengan baik, sehingga Kota Kabanjahe tidak seperti kota yang kumuh, semraut dan macet. “Dengan kapasitas lahan parkir yang cukup kecil (menggunakan badan jalan), keberadaan kendaraan pengunjung menyebabkan Kota Kabanjahe sering mengalami kemacetan. Kendaraan-kendaraan itu terpaksa diparkir di samping pasar. Itu pun parkirnya berlapis-lapis, sehingga kerap kendaraan yang lalu lintas terganggu,” katanya.

Jika ada niat Bupati Karo ingin menjadikan Kota Kabanjahe bersih dan tertata dengan baik, tandas Baskami, pasar dan terminal yang ada di Kabanjahe harus dipindahkan ke daerah pinggiran kota, seperti ke Pasar Singa yang sudah sejak lama berdiri.

“Kalau tidak dipindahkan, Kabanjahe tidak akan bisa menjadi kota yang indah, seperti kota yang kita idam-idamkan,” ujar Baskami Ginting.

Menyinggung masalah lahan yang memadai, Baskami secara tegas mengatakan, masih banyak lahan di pinggiran Kota Kabanjahe yang dapat digunakan untuk membangun pasar dan terminal tersebut.

“Kita harapkan Pemkab Karo melakukan pendekatan kepada masyarakat sambil menyiapkan anggaran yang dibutuhkan guna menyiapkan pasar dan terminal modern,” katanya.

Bagi Baskami, tidak ada alasan soal keterbatasan anggaran, karena banyak investor yang ingin berinvest membangun pasar yang menjual berbagai hasil, kerajian dan produksi pertanian itu, jika dialihkan ke Pasar Singa yang juga berada di pinggiran Kabanjahe dengan pelebaran lahan yang telah ada.

“Kita siap menghadirkan investor untuk membangun Pasar dan terminal yang baru, jika Pemkab Karo benar-benar serius membangun Kabanjahe,” tandas Baskami sembari menambahkan, jika pasar dan terminal dipindahkan, pasar yang sekarang dapat dialihkan menjadi taman kota. Tentunya akan memperindah Kota Kabanjahe,” katanya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *