HeadlineIndeksKriminalitasSosial

Hutan Bakau Natal Disulap Jadi Perkebunan

NATAL | Hutan Bakau (Mangrove) yang dulunya tumbuh subur di pinggiran laut Desa Sikarakara Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, kini sudah tak nampak lagi secara kasat mata.

hutan bakauKEPALA BARESKRIMSemenjak tahun 2012 lalu ‘digarap’ oleh pihak PT TBS (Tri Bahtera Srikandi), kawasan mangrove itu telah berubah menjadi areal perkebunan sejak dikuasai.

Hutan bakau Desa Sikarakara yang selama ini telah berfungsi sebagai pengaman penetralisir daerah pinggir laut ini dari deras air yang mengalir, namun juga memiliki nilai positif bagi masyarakat setempat secara umum dan telah memberikan dukungan terhadap perekonomian masyarakat, karena selama ini masyarakat bisa mencari Kepiting Bakau dengan nilai jual yang cukup tinggi saat itu.

Sejak areal mangrove ini ‘disulap’ pihak PT TBS menjadi areal perkebunan, masyarakat setempat tak lagi mendapat kontribusi secara positif dari areal yang seharusnya dilindungi negara itu.

Sesuai dengan hasil investigasi yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPPI Kecamatan Natal, atas terjadinya penyulapan terhadap areal hutan bakau menjadi areal perkebunan di Desa Sikarakara itu, meminta pertanggungjawaban PT TBS atas kehancuran dan rusaknya kawasan terlarang itu.

“Pemerintahan Desa serta Pemerintahan Kabupaten harus turut bertanggungjawab karena terkesan telah melakukan pembiaran atas hancurnya kawasan mangrove tersebut yang diduga kuat dengan sengaja telah dilakukan PT TBS. Terindikasi adanya persekutuan untuk kepentingan tertentu walaupun harus mengorbankan kepentingan masyarakat secara umum,“ ujar Ketua LSM LPPI Kecamatan Natal, M Ali Hanafiah kepada wartawan, Sabtu (4/4/2015).

Ketua LSM LPPI Kecamatan Natal mengharapkan kepada semua pihak yang berkompeten, agar menanggapi hal ini secara serius dan bijaksana, sebab hal ini aspirasi masyarakat.

“Demi kelestarian kawasan hutan bakau yang dilindungi negara ini, aparat terkait dapat menindak tegas para pihak yang terlibat atas punahnya kawasan mangrove tersebut,” pungkas Ali. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button