Pencetak dan Penyalur Upal di Medan Dibekuk

MEDAN | Tersangka sindikat pemalsuan uang kembali dibekuk Polisi. Kali ini, giliran Polsek Helvetia mengamankan empat tersangka sindikat pembuat dan pengedar uang palsu di Kota Medan.

KEPALA BARESKRIMKeempat tersangka yang berhasil diamankan Polisi adalah. Irwan Charlie (39) warga Jalan Setia Luhur, Gang Rahayu, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Boby Chandra (40) warga Jalan Panglima Diponegoro, Lingkungan VII, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sukardi alias Bodong (40) warga Dusun Setia Makmur Dalam, Desa Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak dan Amry Yusrizal alias Kentong (37) warga Dusun III Hulu, Desa Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak.

Dari keempat tersangka, polisi mengamankan barang bukti 389 lembar uang pecahan Rp 50 ribu palsu, 152 lembar uang Rp50 ribu palsu yang belum dipotong alias masih berbentuk lembaran kertas, satu unit printer merek canon, satu unit laptop , satu rim kertas A4 untuk membuat uang palsu, dua buah gunting, dua bilah pisau cuter, dua buah penggaris, tiga buah catridge warna, dua buah lakban, satu buah BPKB, dua buah STNK asli, dua buah STNK palsu, satu botol alkohol, empat buah jarum suntik, empat botol tinta printer, satu buah modem, satu buah flash disk, tiga buah kartu HP, satu buah memory, satu buah tas, tiga unit sepeda motor.

Wakapolresta Medan, AKBP Hondawantri Naibaho, Senin (6/4/2015), menyebutkan, penangkapan keempat tersangka berawal dari adanya informasi masyarakat.

Mendapat informasi itu, personil Polsek Helvetia lalu melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka Iwan Charli di depan Rumah Makan Barokah di Jalan Sei Deli, Kecamatan Medan Barat.

“Tersangka Amri Charlie ini merupakan otak pelaku yang menyuruh membuat uang palsu tersebut. Tersangka kita amankan bersama barang bukti uang palsu. Untuk ketiga tersangka lainnya kita amankan di kawasan Jalan Binjai,” katanya didampingi Kapolsek Helvetia, Kompol Roni Bonic.

Selanjutnya, polisi lalu melakukan pengembangan dan menangkap ketiga tersangka lainnya. “Tersangka Boby merupakan orang yang mencetak uang palsu itu. Jadi tersangka membeli barang- barang yang diperlukan untuk membeli uang palsu setelah mendapat uang dari tersangka Irwan Charli. Tersangka Iwan Charli sendiri mendapatkan uang dari Amsar, warga Aceh yang merupakan pendana untuk pembelian barang- barang pembuatan uang palsu,” katanya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. “Keempat tersangka diancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *