Manusia Bisa Sukses di Usia Muda

MEDAN | Ketidakmampuan seseorang dalam merencanakan sesuatu menjadi penyebab terjadinya kegagalan. Banyak orang yang ingin sukses, namun tidak bisa merencanakan kesuksesannya. Lantaran mereka sulit mengatur strategi untuk menggapai apa yang diinginkan.

stmiktimeKEPALA BARESKRIMHal itu dikatakan Indonesia’s Favourite Trainer & Seminar Speaker Founder Care For The Nation, James Gwee TH MBA di hadapan ratusan mahaiswa pada acara “The Pattern Of Succes” di Selecta Royal Ballroom Lantai 5 Jalan Listrik, Medan, kemarin.

James didampingi CEO Star Indonesia Group Iskandar ST dan Top Mindset Motivbator Ir Martinus MPsi mengatakan, siapa bilang manusia itu tidak bisa sukses di usia muda. Karena sukses itu pilihan dan tentukan kapan sukses orang tersebut, makanya manusia itu jangan mengikuti alur.

“Artinya kehidupan sesorang itu serta dengan berharap akan datang sebuah keberuntungan yang segera mengubah kehidupannya menjadi lebih baik. Apa yang pertama kali dilakukan ketika hendak membuat rumah. Tentu akan merencanakan semuanya bukan,” ucap James.

Begitu pun dalam hidup, jelas James, jika orang itu ingin menggapai apa yang diinginkannya, maka harus diiringi dengan sebuah perencanaan yang baik. Perencanaan ini berisi strategi-strategi dalam mencapai tujuan. Namun kebanyakan orang hanya mengikuti alur kehidupan.

“Kita sendiri lupa kalau sukses itu di dapat dari sebuah proses panjang dan proses itu membutuhkan sebuah perencanaan yang baik. Mulai saat ini saya berwasiat kepada diri sendiri, marilah kita bersamasama menyusun strategi-strategi perencanaan yang baik,” imbuhnya.

Top Mindset Motivbator Ir Martinus MPsi mengatakan, siapa bilang sukses harus menunggu masa tua. Karena kesuksesan memang tidak mudah untuk dicapai, sehingga cenderung membutuhkan waktu cukup lama. Kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja tanpa menunggu puluhan tahun.

“Kesuksesan dapat diraihh bila diyakini dengan kerja keras yang extra lebih cepat meraih kesuksesan dalam berkarir. Kerja keras lebih dapat menggantikan waktu yang perlu dicapai untuk mencapai kesuksesan karir. Banyak orang hanya bisa mengeluh,” tutur Martinus.

Misalnya, dengan menyalahkan nasib buruk yang menimpa dirinya. Tentu saja cara ini ti­ dak akan pernah menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik. Jadi realita kehidupan tidak akan berubah, kecuali orang itu sendiri yang mengubah sudut pandang terhadap realita yang ada.

“Tidak ada seorang pun yang memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah yang menentukan pilihan tersebut. Kebanyakan orang akan tertarik sejenak ketika diingatkan akan hal di atas, tapi kemudian berlalu kembali. Sementara waktu terus berjalan dan akhirnya tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya,” ketus Martinus.

Sangat disayangkan, kata Martinus, jika seringkali orang itu tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu dan menunggu adanya perubahan tersebut. Menunggu bantuan orang lain, menunggu bantuan teman untuk mendapatkan pekerjaan yang enak, sampai menunggu warisan.

“Sekarang logikanya, jika memang hanya dengan menunggu perubahan itu akan datang, maka jumlah orang sukses seharusnya jauh lebih banyak. Bukankah kenyatannya tidak demikian. Lalu, jika ingin sukses, apa yang seharusnya kita lakukan. Ciptakan perubahan. Jangan selalu menunggu orang lain,” tegasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *