Polda Bongkar Sindikat Pembuatan Sparepart Palsu

MEDAN | Petugas Subdit I Indag Ditreskrimsus Poldasu berhasil membongkar pembuatan sparepart palsu sepeda motor merk Honda dan Yamaha, di salah satu rumah toko (ruko) yang terletak di Dusun VII BTN Suka Maju Indah Blok BA 33 / Perumahan Rorinata II Blok F No 12 tahap 7 Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, (17/4/2015).

KEPALA BARESKRIMDirektur Ditreskrimsus Poldasu Kombes Pol Ahmad Haydar didampingi Kasubdit I Indag AKBP Frido Situmorang yang ditemui wartawan, Selasa (21/4/2015), mengatakan, penggerebekan ini berdasarkan temuan pihak kepolisian yang sudah curiga dengan aktifitas yang berada di dalam rumah tersebut.

“Ini bukan laporan masyarakat, ini temuan kita sendiri,” ujar Haydar seraya menambahkan, sparepart palsu ini diimpor dari Cina dan ada juga yang dibuat di Indonesia, kemudian dipacking kembali dengan menggunakan label merk Honda dan Yamaha.

“Dari kualitas tentu saja beda, dimana sparepart yang dibuat ini diimpor dari Cina dan ada juga yang dibuat di Indonesia, kemudian mereka kemas kembali dengan merk Honda dan Yamaha, namun harga yang mereka jual sama dengan harga sparepart yang aslinya,” ungkap Haydar.

Dalam penggerebekan tersebut pihak kepolisian juga berhasil mengamankan seorang karyawan berinisial A alias A, sedangkan pemilik ruko tidak berhasil diamankan karena tidak berada di tempat.

“Informasi yang kita dapat, pemiliknya sedang tidak berada di Indonesia dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan dari lokasi seorang karyawan juga sudah kita amankan untuk diminta keterangan,” tambah Haydar.

Barang bukti yang berhasil disita dari lokasi yakni 1 buah mesin press, 5 buah papan cetak kemasan kampas rem depan, belakang dan kain klos, 2 buah alat press plastik, 5 dus kampas rem depan menggunakan merek Honda, 6 goni bahan kampas rem depan tanpa merek, 2 goni plastik kemasan menggunakan merek Honda, 2 dus plastik blister untuk kampas rem belakang, 2 dus plastik blister untuk kampas rem depan, 2 dos kain klos tanpa merek, 3 dus Piston Kit menggunakan merek Honda.

Sementara AKBP Fredo Situmorang mengatakan, dari hasil pemeriksaan seorang karyawan bahwa bisnis sparepart palsu ini sudah berjalan lebih dari tiga tahun dan telah diedarkan ke berbagai provinsi, diantaranya Aceh, Riau, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Dari keterangan karyawannya, dia sudah bekerja selama tiga tahun, jadi kita asumsikan bahwa pengemasan sparepart palsu ini sudah beroperasi lebih dari tiga tahun dan pengedarannya di berbagai provinsi,” katanya.

Mengenai adanya barang yang diimpor dari Cina, lantas Fredo akan memeriksa pihak Bea Cukai, dikarenakan masuknya barang tersebut melalui pihak Bea Cukai.

“Kita akan koordinasi dulu dengan Bea Cukai mengenai barang dari Cina tersebut,” sebutnya.

Menurut Fredo, bahwa tersangka akan dikenakan pasal 99, 91 No 15 tahun 2001 tentang Merek, Jo Pasal 120 ayat 1 dan 2 UU RI No 3 tahun 2014 tentang Perindustrian Jo Pasal 62 ayat 1 dari UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Untuk proses selanjutnya kita akan panggil saksi ahli dan pihak pemilik merek yang merasa dirugikan,” ujarnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *