Belasan Motor Bodong Diamankan Polsek Percut Seituan

MEDAN | Petugas Polsek Percut Seituan berhasil mengamankan 16 unit sepeda motor diduga hasil curian dan satu unit sepedamotor bodong dari sebuah tempat usaha bandrek di Jalan Letda Sujono, Gang Keluarga, Medan Tembung, Selasa (28/4/2015).

KEPALA BARESKRIMInformasi yang dihimpun di Mapolsek Percut menyebutkan, penggrebekan sebuah rumah yang dijadikan tempat usaha bandrek keliling di Jalan Letda Sujono Gang Keluarga tersebut berdasarkan informasi masyarakat dengan banyaknya Betor (becak bermotor) yang masih kelihatan bagus dan mulus mangkal di rumah tersebut. Berangkat dari informasi tersebut, Polisi pun menindaklanjutinya.

Setelah dilakukan pengecekan ke dalam rumah, sang pemilik rumah bernama, Soraya, yang menyediakan Betor sebagai sarana penjual bandrek keliling ini, tak dapat menunjukkan bukti kepemilikan 16 unit sepedamotor Honda Supra X 125 dan satu unit sepeda motor yang belum dijadikan becak.

“Kita amankan 16 Honda Supra yang masih bagus ini, berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya penyimpanan kendaraan roda dua yang sudah disulap menjadi betor. Awalnya kita tak menyangka ini becak tak memiliki surat. Soalnya, berdasarkan hati nurani, mereka ini semua hanya penjual bandrek keliling di malam hari yang penghasilannya dianggap tidak terlalu besar. Setelah dicek, ternyata benar, motor tersebut tak memiliki surat yang lengkap,” terang Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung.

Dijelaskan mantan Kapolsek Samosir ini lagi, saat ini pihaknya mengamankan bos pengusahanya yang bernama Soraya, untuk diperiksa. Pasalnya, seluruh Betor tersebut, Soraya yang menyediakan untuk menjual bandrek keliling kepada setiap anggotanya.

“Ini tidak pernah terpantau kita. Soalnya mereka berjualan di malam hari dan dengan jalanan yang dilintasi di gang-gang atau perkampungan. Jadi, kita hanya mengamankan seorang perempuan yang merupakan bos bandrek tersebut. Karena dia yang menyediakan kendaraan tersebut untuk anggotanya yang berjualan,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti penyitaan 16 Betor dan satu unit sepedamotor bodong tersebut, Ronald mengaku jika pihaknya masih melakukan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin di Samsat Jalan Putri Hijau Medan. Dari pemeriksaan kendaraan sementara, ada tiga Betor yang memilik nomor plat sama.

“Saat kita periksa, ada tiga yang memiliki nomor plat sama. Kita duga, mereka menampung motor curian atau yang lari dari pembiayaan leasingnya. Mengenai bosnya, kita belum bisa berkomentar banyak, soalnya masih diperiksa. Namun, dia mengaku memiliki puluhan karyawan dan sudah enam bulan menjalankan bisnis tersebut,” pungkasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *