Panti Tuna Netra Butuh Perhatian Dinsos Sumut

MEDAN | Dinas Sosial dan Kesejahteraan Sumut dituding tak pernah mengkuncurkan dana kepada rumah panti di Jalan Tanjung Morawa dan Lubuk Pakam Medan. Salah satunya adalah panti Tuna Netra yang ada di Jalan Lubuk Pakam Medan.

KEPALA BARESKRIMKetika pantauan wartawan, Kamis (7/5/2015), panti Tuna Netra sangat memerlukan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) yang dikuncurkan Kementrian Sosial (Kemensos) tahun 2015 melalui Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) kepada Dinsos dan Kesejahteraan Sumut. Tetapi, dari Dinsos dan Kesejahteraan Provsu dinilai tak pernah mengucurkan dana sosial tahun 20015 kepada panti Tuna Netra.

Direktur Panti Tuna Netra, J Silitonga mengatakan, saat ini Dinsos dan Kesejahteraan Provinsi Sumut dalam tahun ini belum kucurkan dana kepada Yayasan Panti Tuna Netra. Namun, beliau berharap, adanya bantuan dari Dinsos dan Kesejahteraan Provsu, agar anak – anak panti bisa lebih giat mengikuti berbagai kegiatan, seperti perlombaan alat – alat musik, menyanyi dan cerdas cermat yang diadakan antar Provinsi.

“Yayasan panti tuna netra sangat memerlukan dana biaya perjalanan selama anak – anak panti mengikuti perlombaan antar Provinsi. Karena generasi anak – anak sekarang yang kekurangan mental, tetapi ada juga kelebihan dari mereka, seperti memenangkan kompetisi dan harus ditingkatkan, supaya generasi muda – mudi yang berkekurangan bisa lebih hebat dari pada manusia yang sempurna,” ucapnya.

Sementara, Kemensos sudah mengkuncurkan dana sosial kepada Pemprovsu. Ketika J Silitonga mendatangi kantor Dinsos dan Kesejahteraan Provsu, dia mendengarkan dari perkataan Kepala Bagian Kehumasan, saat ini bantuan dari Kemensos sangat minim dan dana sosial saat ini sebesar Rp 1,5 M kepada seluruh untuk penyandang cacat di Provsu.

Lanjutnya, tahun 2013, yayasan tuna netra pernah mendapat bantuan sebesar Rp 25 juta bagi panti tuna netra. “Itu kami pakai untuk biaya kehidupan pokok anak – anak panti, membeli alat – alat musik yang sudah rusak, sehingga alat – alat musik tersebut bisa terpakai oleh anak – anak panti dan banyak juga kegunaan yang pakai anak – anak panti dengan dana sosial,” ucapnya.

Setelah itu, wartawan langsung mendatangi UPT Pelayanan Sosial Anak dan Remaja di Jalan Industri No 47 Tanjung Morawa Medan. Kepala UPT Pelayanan Sosial Anak dan Remaja, Amir Sidabutar menjelaskan, Dinsos dan Kesejahteraan Provsu saat ini kurang perhatian kepada panti – panti yang ada di daerah Lubuk Pakam dan Tanjung Morawa.

Ia melihat Kepala Dinsos dan Kesejahteraan Provsu saat ini kurang perhatian dengan generasi muda – mudi untuk membangkitkan prestasi anak – anak panti. “Kmi sangat putus asa karena tak ada satu pun pemerintah yang mendukung mereka saat ini,” cetusnya. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *