Warga Paluta Minta Eksekusi Lahan PT Torganda Dibatalkan

MEDAN | Puluhan orang yang mengaku warga Luat Simangambat, Luat Ujung Batu dan Luat Huristak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), mendatangi Mapolda Sumatera Utara, (7/5/2015).

KEPALA BARESKRIMMereka datang dengan tujuan menemui Kapoldasu, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, meminta eksekusi lahan seluas 47 hektar yang mereka tempati, dibatalkan. Menurut mereka, eksekusi tersebut sangat tidak adil bagi mereka, bila tetap dilakukan.

“Katanya Kapoldasu sedang tidak ada di tempat. Jadi kita akan ke Kejaksaan saja dulu. Padahal, sudah 2 hari kami di Medan ini,” ungkap Tongku Lubuk Raya Hasibuan kepada wartawan.

Tongku menyebut kalau alasan pihaknya menolak eksekusi itu karena pihaknya menilai putusan itu sarat muatan politik dan diskriminatif. Terlebih, disebut Tongku kalau putusan yang dinilai pihaknya kontradiktif itu, juga melanggar Hak Azasi Manusia (HAM), mengingat disebut Tongku kalau tanah ulayat merupakan hak masyarakat adat yaitu mereka, dan diperkuat lagi dengan 1820 sertifikat dari badan pertanahan nasional (BPN) Tapanuli Selatan (Tapsel) akan lahan yang mereka tempati.

“Kami berharap putusan MA Tata Negara yang sah pada kami untuk mengelola lahan itu, dihormati. Ada sekitar 25 ribu jiwa dengan 60 Desa yang saat ini menempati lahan itu,” sambung Tongku.

Saat disinggung soal eksekusi yang akan dilakukan adalah hanya eksekusi manajemen, disebut Tongku kalau pihaknya sangat tidak percaya.

Diakui Tongku, hal itu mengingat banyaknya kejadian pemerintah yang tidak pro kepada rakyat. Oleh karena itu, Tongku menyebut kalau pihaknya meminta untuk PT Torganda yang tetap menjadi mitra mereka dalam mengelola lahan seluas 47 hektar itu.

“Penafsiran kami, kami ini ibarat anak ayam. Jadi, biarlah induk ayam yang memelihara kami. Kalau induk kerbau, kena kotorannya saja, bisa mati kami,” ujar Tongku dalam penjelasannya.

Tongku mengaku kalau selama ini, pihaknya terdiri dari beberapa Desa. Masing-masing Desa disebutnya ada Kelompok Tani (Poktan) dengan anggota 50 sampai 80 orang yang juga sebagai anggota Koperasi Bukit Harapan.

Dari kontribusi lahan seluas 2 hektar, disebut Tongku kalau pihaknya menerima hasil poltair setiap bulan. Begitu juga untuk pekerja kebun dan ahli-ahli perkebunan untuk mengelola perkebunan, diakui Tongku disediakan oleh PT Torganda.

Sementara itu, warga lainnya, Samin Harahap dan H Sutan Malim Hasibuan, mengaku tidak dapat membayangkan bila mereka harus meninggalkan lahan itu karena dieksekusi. Disebut kedua pria paruh baya itu, selama ini mereka menggantungkan nasib, memenuhi kebutuhan kehidupan mereka, melalui lahan itu.

Termasuk untuk sekolah dan kuliah anak-anak mereka, disebut keduanya didapat melalui lahan itu.
“Kalau begini, bila terjadi ya terjadilah. Kami ini orang lemah. Tidak sanggup saya membayangkan kalau lahan itu dieksekusi. Sudah 2 anak saya tamat kuliah dari hasil lahan ini.

Namun kalau akhirnya dieksekusi, terpaksa anak saya yang masih kuliah harus pulang kampung. Dari mana biayanya,” ujar keduanya dengan mata berkaca-kaca.

Kepala Bidang Humas Poldasu, Kombes Pol Helfi Assegaf yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, kalau putusan itu merupakan putusan dari Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, disebut Helfi kalau pihaknya hanya sebagai pengawal dari putusan itu untuk terlaksana.

Namun, diakui Helfi kalau dalam eksekusi itu, pihaknya akan mengedepankan pemberian pemahaman kepada masyarakat. Oleh karena itu, dikatakan Helfi kalau untuk eksekusi itu, pihaknya tidak merencanakan pengerahan personil dengan jumlah besar.

“Harus yakin kalau yang dieksekusi adalah manajemennya. Jadi, setelah masyarakat paham, maka kalau ada kerusuhan, itu buka masyarakat yang menempati lahan itu. Oleh karenanya, akan kita tangkap yang anarkis,” ujar Helfi singkat.

Disinggung tanggal eksekusi, Helfi mengaku kalau sampai saat ini belum ada kejelasan soal jadwal eksekusi. Dikatakannya, hal tersebut ditentukan di pusat. Oleh karena itu, kata Helfi kalau pihaknya akan bergerak setelah ada keputusan dari pusat. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *