Keracunan Usai Makan Olahan Tahu

TEBINGTINGGI | Sedikitnya 20 warga Kota Tebingtinggi menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah mengalami mual dan muntah-muntah serta kepala pusing yang diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi makanan dengan bahan olahan ‘tahu’ baik digoreng, digulai maupun ditumis dengan sayuran, (20/5/2015).

KEPALA BARESKRIMPuluhan warga yang mengalami keracunan tahu tersebut saat ini masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Tebingtinggi, antara lain RSUD Kumpulan Pane, RS Natama, RS Sri Pamela serta RS Herna Tebingtinggi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Tebingtinggi melaui Sekretaris Dinas Kesehatan Fadlan SH, berdasarkan laporan sejumlah RSU di Kota Tebingtinggi, sebanyak 20 warga yang harus dirawat jalan maupun opname (rawat inap).

Korban keracunan adalah Rosmiati (56), Salbiah (49), Rosidah (59), Aulia Rissa (34), Ponitia (40), Siti Khadijah (5), Ibnu (10), Rumiati (40) dan Rizki Ramadhan (18), ke sembilan warga berasal dari Kelurahan Durian.

Sementara itu, lima warga Kelurahan Brohol yang keracunan makan tahu diantaranya, Giyem (35), Eka Putri Juwita (10), Citra (6), Lela (16) serta Azwarli Tamba (36). Dari Kelurahan Tebingtinggi Lama diantaranya Amatur Firdaus (16), Syahriani (56), Tamia Umiyah (16) serta Sri Hanifah (44) warga Lingkungan I Kelurahan Tebingtinggi Lama.

Dari keterangan sejumlah warga baik yang dirawat jalan maupun opname di rumah sakit tersebut, sebagian besar mereka mengaku terpaksa berobat dan dirawat di rumah sakit akibat keracunan makan tahu yang dibeli di Pasar Inpres Jalan Bawal Tebingtinggi.

Salah seorang korban keracunan tahu, Sri Hanifah mengaku, sebelumnya dia belanja tahu di Pasar Inpres sebanyak 2 bungkus berisikan 20 tahu, lalu dimasak dengan cara digulai buat lauk makan siang bersama keluarga, tiba-tiba usai memakannya, kepalanya pusing lalu muntah-muntah diiringi dengan buang air besar.

Kondisi yang sama juga dialami putranya yang masih duduk di bangku SMP, Amatul Firdausyah (14) yang kini terbaring di RS Sri Pamela Tebingtinggi, terpisah dengan ibu kandungnya yang dirawat di RSUD Kumpulan Pane.

Rumiah (40) warga Kelurahan Durian mengaku, dirinya membawa tahu sambal dari rumah kakak kandungnya buat lauk makan di rumah, Rumiah yang makan sedikit tahu mengalami pusing-pusing lalu mual di bagian perut, sedangkan putranya Riski Ramadhan (18) yang makan tahu dengan lahap mengalami muntah-muntah dan kepala pusing lalu dibawa ke RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi.

Peristiwa puluhan warga keracunan makan tahu tersebut kini ditangani pihak Dinas Kesehatan serta Polres Tebingtinggi dengan mengambil sampel tahu guna dilakukan proses labotorium di Balai POM Medan.

“Peristiwa keracunan makanan ini masih dilidik pihak Polres Tebingtinggi, dan sample makanan yang dikomsumsi sudah dijadikan barang bukti,” kata Kapolres melalui Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP Syahril Daulay. (ma/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *