Usai Dugem | Mahasiswa Ini Disekap, Dipukuli & Diperas

MEDAN | Apes benar nasib yang dialami empat sekawan ini. Niat menghilangkan suntuk di rumah pergi ke Discotique New Zone, keempat sekawan yang kuliah di Universitas Methodist ini disekap, dipukuli dan diperas juru parkir (Jukir) New Zone bernama Amin (28) dan Hendra (25) di Jalan Wajir Medan, (19/5/2015).

KEPALA BARESKRIM4 sekawan tersebut adalah Armanto Sianturi (24), Rio (24), Eko (28) dan Tumbur Jeremi Simangunsong (19), keempatnya merupakan warga Jalan Setia Budi Medan.

Menurut informasinya, dengan mengendarai mobil Avanza Silver BK 838 CH keempat sekawan ini dari rumah Jalan Setia Budi menuju ke Discotique New Zone, (18/5/2015) jam 23.00 WIB. Setelah 3 jam berada di New Zone, keempatnya pun berencana untuk pulang.

Namun sesampainya diparkiran mobil, keempatnya dicegat oleh seorang jukir New Zone, Amin, menuding keempatnya bekerjasama dengan polisi yang telah merampas uangnya.

Lalu, Amin pun memanggil beberapa teman jukir lainnya mengerumuni keempat korban. Saat itulah, korban dirampok dan disekap selama 5 jam. Korban pun melaporkan kasus ini ke Mapolresta Medan dengan Nomor:STLP/1281/K/V/2015/SPKT POLRESTA MEDAN.

“Kejadiannya waktu kami mau pulang, salah seorang Jukir disitu namanya Amin menghadang kami. Dituduhnya kami teman polisi yang merampas uangnya sebesar Rp 2 juta. Lalu kepala saya (Armanto) dipukul pakai selop dan rahang saya dipukulnya kuat. Kemudian salah seorang teman si Amin merampas Hp Blackberry Tourch saya,” ujar Armanto, di Mapolresta Medan, (20/5/2015).

Selain itu, Armanto menambahkan, mereka dipaksa untuk membayar uang perdamaian sebesar Rp 2,5 juta. Namun dikarenakan mereka tidak memiliki uang, korban pun disekap di dalam Discotique New Zone.

“Dikurung kami didalam diskotik NZ bang, lalu teman kami (Rio) dibawa paksa mereka untuk membuka kartu ATM ke mesin ATM. Karena ngak ada uang, KTP, 2 Hp dan STNK kereta Vario putih dirampok mereka. Mobil Avanza-nya pun sempat dibawa mereka. Sekitar jam 07.00 WIB, kami baru dilepas mereka,” ucapnya.

Salah seorang teman korban, Rio menambahkan, saat kejadian dompet dan kantong mereka diperiksa oleh para pelaku. “Ramai mereka mengerumuni kami. Takut kami,” jelasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *