Alamak!!! Imigran Rohingnya Terlantar di Medan

MEDAN | Sebanyak 99 imigran asal Bangladesh dan Myanmar yang terdampar di Langkat dikirim ke Medan. Pemindahan mereka dilakukan Imigrasi dan International Organization for Migration (IOM).

KEPALA BARESKRIMKe 99 Imigran diduga diterlantarkan oleh Imigrasi Kelas I Khusus Medan, karena mereka tidak diberikan makanan dan pemeriksaan kesehatan dari medis. Beberapa dari imigran Rohingnya, Myanmar hanya diberikan layaknya tempat tinggal dan tidak diberikan makanan ataupun obat – obatan dari medis.

Salah satu warga Bangladesh ketika ditanya oleh wartawan melalui team penerjemah mengatakan, sudah seminggu kami tidak diberikan makanan dan berupa kesehatan oleh Imigrasi Kelas I Khusus Medan. “Hanya saja kami diberikan tempat tinggal saja dan itupun yang memberi kami makanan dari Imigrasi Belawan. Layaknya kami di sini seperti pemulung bukan diberikan Suaka dari Imigrasi Medan,” ujar salah seorang pengungsi.

Dilan Bagian Perindakan Keimigrasian Kelas I Khusus Medan tidak memberikan komentar kepada wartawan ketika diwawancarai dan dirinya tidak mengetahui apakah ke 99 Rohingnya tidak diberikan makanan dan obat – obatan. Hanya saja dia mengatakan, ke 99 Rohingnya sudah ditempatkan di Wisma Patih Jalan Jamin Ginting Km 9,2 Medan.

Kepala Imigrasi Belawan, Purbanus Sinaga, Senin (25/5/2015), menjelaskan, pengungsi Rohingnya tidak menjadi tanggung jawab Rudenim, tapi menjadi masalah pemerintah. Pemerintah akan berkoodrdinasi dengan organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui United Nationa High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organitation Migran (IOM) untuk mengurusi para pengungsi atau pencari suaka.

“Kita tak mungkin menampung para pengungsi. Sebab, Rudenim sudah over kapasitas. Saat ini, Rudenim dihuni 429 deteni, padahal kapasitasnya hanya 180 Deteni,” kata Purbanus.

Diuraikannya, saat ini Rudenim dihuni oleh warga Afganistan 66 orang, Somalia 155 orang, Sri Langka 153 orang, Myanmar 21 orang, Palestina 9 orang, Thailand 4 orang, Iran 7 orng, Irak 1 orang, Pakistan 4 orang, Sudan 4 orang, Etiopia 4 orang, dan Banglades 1 orang.

“Begitupun, kalau pemerintah dan Imigrasi mengatakan pengungsi Rohingnya itu mau ditempatkan di Rudenim, kami siap menerima asalkan ada dana untuk membiayai mereka,”terangnya.

Dikatakannya, sebelum ditempatkan di Rudenim lebih dulu dilaporkan ke kantor Imigrasi, mana tau kantor Imigrasi tidak menempatkan mereka di Rudenim karena ada tempat lain seperti di Pasar II Jalan Setia Budi. “Tapi bila Rudenim menolak pengungsi harus dilaporkan lebih dulu ke Dirjen Keimigrasian. Jadi bukan asal ditolak,” ucap Purbanus. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *