Kemenag Imbau Sertifikat Tanah Wakaf di Medan Diurus

MEDAN | Menurut data dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan bahwa jumlah masjid se-Kota Medan tahun 2015 sebanyak 1.047 Masjid 426 persil dengan luas 219.114 m2, Mushallah/Langgar sebanyak 672 Mushollah 197 persil dengan luas 66.037 m2.

KEPALA BARESKRIMSedangkan, tanah wakaf yang terdata baik perkuburan, sekolah maupun bangunan yang berdiri diatasnya seluas kurang lebih sekitar 250 hektar.

Data tersebut disampaikan Kakankemenag Kota Medan, H Iwan Zulhami SH MAP pada acara Seminar Wakaf dan Problematikanya di Kota Medan yang dilaksanakan atas kerjasama Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Medan dengan Penyelenggara Syariah dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Medan di Hotel Polonia, kemarin.

Iwan Zulhami mengatakan, penyebab timbulnya masalah tanah wakaf baik masjid atau seluruh bangunan yang ada diatasnya adalah akte ikrar wakaf tidak ada, sertifikat tanah wakaf dari Badan Pertanahan Negara (BPN) tidak diurus dan juga regulasi tentang wakaf yang tidak diketahui para nazir atau masyarakat pada umumnya, disamping konflik internal.

“Solusinya status tanah wakaf yang belum jelas agar diterbitkan ikrar wakaf jika perlu dilakukan secara bersama-sama ke Kantor Urusan Agama kecamatan masing-masing selanjutnya dibuat sertifikat wakaf dari BPN. Dengan harapan status tanah tersebut aman secara peraturan yang ada. Karena tanah wakaf adalah milik umat Islam maka tugas kita bersama untuk menjaganya sesuai dengan tema sertifikat ada tanah wakaf terjaga, wakaf juga merupakan potensi ekonomi syariah yang sangat bermanfaat bagi ummat jika dikelola dengan baik. Pembentukan Badan Kenaziran Mesjid (BKM) dari Kementerian Agama dengan harapan terciptanya manajemen mesjid yang benar dan professional serta transfaran,” paparnya. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *