ITM Tawarkan Solusi Atasi Geologi di Sumut

MEDAN | Meskipun Kepulauan Sumatera merupakan kawasan rawan gempa di Indonesia, namun sangat disayangkan para ahli geologinya sekarang ini masih minim, Dari sekian banyak perguruan tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Kota Medan baru dua kampus yang membuka Teknik Geologi yakni, Institut Teknologi Medan (ITM), Institut Saing Teknologi Pardede (ISTP).

KEPALA BARESKRIM“Sumut masih kekurangan ahli geologi, para ahli geologi kini masih terpusat di Pulau Jawa, pasalnya sebagian besar perguruan tinggi disana telah membukanya,” kata Rektor ITM, Prof Dr Ilmi Abdullah MSi di Kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, kemarin.

Padahal, kata Rektor, keberadan teknik geologi saat ini di Indonesia sedang “Booming” bisa mengetahui tentang kedasyatan kegempaan dan juga memprediksi bencana secara ilmiah.

Begitu akan pentingnya pemahaman teknik geologi, pihaknya (ITM –Red) telah melakukan berbagai kerjasama dengan Pemkab/Pemko se-Sumut dengan memberikan pelatihan, pengetahuan, dan pembelajaran dengan mengirimkan para ahlinya kelokasi tersebut.

“Kita harapkan dengan pelatihan tersebut, maka masyarakat akan sadar akan pentingnya memahami teknik geologi,” katanya.

Ilmi Abdullah mengatakan, kampus ini sedang menuju perguruan tinggi swasta (PTS) cemerlang yang tidak hanya mengandalkan kemampuan kemampuan intelektual, tapi juga dibutuhkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual menuju persaingan.

Dia mengatakan, era globalisasi dan kompetisi seperti saat ini segala hal yang diinginkan hanya dapat diperoleh dengan kualitas kemampuan intelektual tinggi serta niat dan kerja keras.

“ITM ke depan akan melakukan penguatan networking di dunia industri. Selain itu, ITM juga terus meningkatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan kurikulum, dengan tujuan para alumni siap menghadapi pasar bebas dan era globalisasi,” ucap rektor.

Karena itu, lanjutnya, secara umum para pemangku (stakeholder) membutuhkan pekerja keras, mempunyai rasa tanggungjawab yang tinggi dalam bekerja, serta memiliki disiplin untuk memperoleh prioritas yang lebih baik.

Menurutnya, penguatan networking atau jaringan dengan dunia industri atau pun pelaku bisnis tersebut untuk memfasilitasi SDM ITM yang telah selesai melaksanakan pendidikan. “Inti penguatan dengan dunia industri tersebut bukan hanya industri dalam negeri saja,“ jelas Prof Ilmi.

Untuk menunjang penguatan networking, pihaknya terus melakukan pembenahan termasuk pembenahan kurikulum, yang sesuai dengan kebutuhan pasar industri dan juga mengelar berbagai seminar, bahkan ITM membangun unitbisnis. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *