RE Nainggolan: Pengangguran Terbuka Turun 5,94 Persen

MEDAN | Penasihat Universitas Prima Indonesia (Unpri) Dr RE Nainggolan MM mengatakan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui untuk angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2014 sebesar 5,94 persen. Jika dibandingkan dengan Agustus 2013, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 6,17 persen menjadi 5,94 persen.

unpri-feKEPALA BARESKRIM“Ironisnya, justru pengangguran terbuka yang berpendidikan tinggi menjadi semakin besar. Untuk Diploma (D-1,D-2 dan D-3) dari 5,95 peren menjadi 6,14 persen dan tingkat pengangguran terbuka di universitas 5,39 persen menjadi 5,65 persen,” kata RE Nainggolan saat memberikan sambutannya pada Seminar Nasional Entrepreneurship dan Public Speaking, yang diselenggarakan FE Unpri, (17/6/2015), di Selecta Royal Ballroom Jalan Listrik Medan.

Seminar tersebut dihadiri tiga pembicara kondang Choky Sitohang (TV Host, Public Speaker & Entrepreneur), Irwan W Berutu (motivator) dan Helmy Yahya (TV Host, Public Speaker & Entrepreneur).

Turut hadir juga Ketua BPH Unpri Dr Tommy Leonard SH MKn, Pembantu Rektor II Ermi Girsang SKM MKes, Dekan FE Unpri Cut Fitri Rostina SE, MM, Dekan FKG Unpri Prof Dr drg Monang Panjaitan MS MA dan ratusan mahasiswa FE Unpri.

“Harapan kita, mahasiswa jangan bertumpu dan berorientasi untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Jadikan ini sebagai pilihan terakhir jika tidak ada lagi bentuk kerja lain,” ucap RE Nainggolan seraya mengatakan, tirulah Khairul Tanjung yang menciptakan lapangan pekerjaan.

Helmy Yahya (TV Host, Public Speaker&Entrepreneur) meminta agar para mahasiswa dalam berwirausaha harus kreatif, mengingat persaingan di pasar bebas pada 2015 sangat kompetitif.

“Hal terpenting adalah mengubah mindset. Sekolah saja tidak cukup tapi harus ada skill atau keterampilan dan jangan berharap jika selesai kuliah harus menjadi PNS atau pegawai lainnya. Sebaliknya harus percaya diri untuk menjadi wirausaha yang sukses,” kata Helmy memotivasi mahasiswa Unpri untuk meraih sukses dari wirausaha yang kreatif dan inovatif.

Helmy juga menegaskan entrepreneurship (jiwa kewirausahaan) itu bukan ilmu tapi mental, karena itu bergantung ‘fighting spirit’ (semangat bertarung) dan jangan cepat menyerah dengan kegagalan tapi jadikan sebagai cemeti (cambuk).

Sementara itu, Choky Sitohang yang juga presenter, model, penyanyi dan wirausahawan, memberikan inspirasikan dengan kesuksesan yang diraihnya saat ini, kepada kalangan muda dan mahasiswa untuk berani berwirausaha, sehingga dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Dia mengungkapkan, beberapa kebiasaan orang sukses antara lain senang membaca, membuat rencana yang strategis, bekerja keras, menjaga reputasi, berani bermimpi, belajar untuk segala hal, menjasa keseimbangan antara bisnis dan etika serta lainnya.

Sedangkan Irwan W Berutu dalam ceramahnya juga mengajak mahasiswa untuk fokus pada kekuatan yang dimiliki dan tidak lemah jika gagal, tapi terus berupaya karena kegagalan itu merupakan sukses yang tertunda. Untuk sebuah usaha yang sukses, tujuan utama haruslah fokus diiringi dengan kedisiplinan yang tinggi, sebab itu akan membantu meraih kesuksesan.

Dekan FE Unpri Cut Fitri Rostina SE, MM mengatakan, seminar ini diharapkan dapat memotivasi wirausaha para mahasiswa untuk meraih kesuksesan, apalagi era perdagangan bebas sudah di depan mata.

“Karenanya kita harus mempersiapkan diri secara serius,” katanya berharap seminar ini dapat menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus memfasilitasi mahasiswa. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *