EkonomiHeadlineIndeks

Emas dan Berlian Dominasi Gadaian Selama Ramadhan

MEDAN | Tingginya kebutuhan masyarakat akan uang saat Ramadhan sekaligus tahun ajaran baru, membuat tingkat gadai di Kota Medan meningkat hingga 20% dibanding periode yang sama bulan Mei lalu.

KEPALA BARESKRIMPimpinan Pegadaian Cabang Medan Utama, Agus Trihartono SE mengatakan, setiap Ramadhan dan memasuki tahun ajaran baru, memang selalu ada peningkatan untuk tingkat gadai di Pegadaian.

“Memang selalu ada peningkatan omset memasuki Ramadhan. Dari sekian banyak transaksi yang dilakukan barang yang digadaikan masih didominasi oleh perhiasan berupa emas dan berlian dengan persentase sampai 90%. Sementara sisanya yang sebesar 10% merupakan barang gudang, seperti kenderaan bermotor, elektronik dan lainnya. Persentase pencairan kredit keluar kita hingga Rp105 miliar,” kata Agus di ruang kerjanya, (19/6/2015).

Hal ini, sebut Agus, merupakan fenomena yang biasa memasuki hari besar keagamaan umat muslim. “Naiknya tingkat gadai karena masyarakat sudah mulai mempersiapkan kebutuhan menyambut Lebaran. Masyarakat bukan hanya melakukan persiapan bulan Ramadhan saja, tapi juga untuk Lebaran,” tutur Agus.

Selain itu, sebut dia, menjelang tahun ajaran baru biasanya memang juga banyak orangtua menggadaikan barang berharga untuk memenuhi kebutuhan masuk sekolah seperti seragam dan pendaftaran sekolah. Hal ini yang mendorong tingkat gadai semakin hari makin meningkat meningkat.

Agus memprediksi sepekan jelang lebaran, bisanya barang yang digadai tersebut akan ditebus kembali oleh nasabah.”Sepekan jelang Lebaran nasabah cenderung akan menebus barang-barang yang digadai. Namun setelah itu biasanya akan digadai lagi pasca Lebaran atau H+7. Saat itu, dana pinjaman nasabah biasanya untuk kebutuhan sekolah anak,” sebut Agus.

Sementara itu, Kepala Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Lintong Parulian Panjaitan mengatakan, bulan suci Ramadhan tahun ini, PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan mengalokasi dana pinjaman sebesar Rp2,5 triliun.

“Dana yang lumayan besar ini diisiapkan PT Pegadaian untuk melayani kebutuhan masyarakat akan uang pinjaman di wilayah Sumatera Utara hingga Aceh,” kata Lintong seraya menambahkan alokasi dana tersebut meningkat Rp700 miliar dibanding tahun lalu.

Bulan Ramadan pada tahun ini juga bertepatan memasuki tahun ajaran baru, maka Pegadaian menaikan target omsetnya hingga mencapai Rp 2,5 triliun.

Dengan dana yang sudah disiapkan Pegadaian, imbuh Lintong, masyarakat tidak perlu khawatir karena jumlah tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan Ramadhan dan tahun ajaran baru.

“Memang kebutuhan dana meningkat karena biasanya digunakan sebagai modal usaha terutama bagi pedagang musiman. Dan biasanya, mereka merasa lebih aman untuk menggadaikan barang seperti emas atau kenderaan bermotor dibanding meminjam ke bank,” ungkap Lintong. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button