Dukun Cabul Diringkus

MEDAN | Petugas Subdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu mengamankan seorang dukun ‘cabul’ yang mengaku bisa menyembuhkan penyakit para korbannya dengan cara disetubuhi. Setidaknya sudah ada 4 korban yang disetubuhinya sejak pelaku melakoni profesinya pada tahun 2013 lalu.

KEPALA BARESKRIMDirektur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Kombes Pol Dul Alim didampingi Kasubdit III/Umum, AKBP Amry Siahaan mengatakan, pelaku berinisial S alias L (52), warga Jalan Saudara, Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Amplas Kabupaten Deliserdang, mengaku kenal dengan korban NS (15), warga Desa Sei Sijenggi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melalui telepon selular.

Menurut pengakuan tersangka, korban punya penyakit yang dibuat oleh mantan kekasihnya. Pelaku mengaku bisa mengobati penyakit yang diderita korban. Untuk menjalani pengobatan tersebut, pelaku mengajak korban untuk menginap di rumahnya.

“Selama proses pengobatan, pelaku terlebih dahulu menyetubuhi korban dan diajak tinggal di kontrakan pelaku selama hampir 25 hari lamanya,” kata Dul Alim.

Karena korban tak kunjung kembali ke rumah, akhirnya orang tua korban membuat laporan ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Poldasu pada 3 Juni 2015. Dari laporan orang tua korban kemudian petugas melakukan penyelidikan terhadap nomor telepon seluler korban.

“Dari pelacakan melalui nomor telepon seluer tersebut, petugas mengetahui korban berada di sekitar Pasar V Patumbak. Personil kitapun segera menuju ke lokasi yang dimaksud. Dari lokasi petugas menemukan korban sedang bersama pelaku,” katanya.

Petugas segera momboyong pelaku ke Mapoldasu untuk dimintai keterangan. Saat ini pelaku juga sudah ditahan. Sementara, menurut pengakuan tersangka, saat melakukan pengobatan ia tidak pernah memperkosa korban. Persetubuhan yang dilakukan pelaku terhadap korban atas dasar suka sama suka.

“Saat saya melakukan pengobatan di bagian dada korban saya minta ijin terlebih dahulu. Kalau persetubuhan yang kami lakukan atas dasar suka sama suka,” tuturnya.

Pelaku menambahkan, seingatnya sudah dua wanita di bawah umur yang ia setubuhi. Dan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 dan 82 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atau UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara maksimal 15 tahun penjara. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *