HeadlineIndeksKriminalitas

Penyeludupan 20 Ton Bawang Ilegal Asal Malaysia Digagalkan

MEDAN | Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Medan berhasil mengungkap kasus penyeludupan bawang merah ilegal asal Malaysia, Jumat pekan lalu, di Jalan Letda Sudjono Medan, berkat informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya bawang asal malaysia sebanyak 20 ton yang memasuki Kota Medan tanpa dilengkapi dokumen Karantina.

KEPALA BARESKRIMDemikian dikatakan Kapolresta Medan AKBP Mardiaz Kusin yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Medan, serta Kepala Unit (Kanit) Ekonomi Polresta Medan, AKP. Martuasah Tobing di Mapolresta Medan, Selasa (23/6/2015).

Menurut Kapolresta, selanjutnya ratusan karung bawang seberat 20 Ton tersebut akan dikirimkan ke Balai Karantina Kelas II Medan untuk dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya akan dimusnahkan.

“Kita akan kirimkan bawang ilegal ini kepada pihak Karantina Pertanian Kelas II Medan, selanjutnya akan dimusnahkan,” ujar Kapolresta.

Masih menurut Kapolresta, selain mengamankan tersangka berinisial HB (50) warga asal Kota Tanjung Balai Asahan, petugas juga mengamankan pengemudi Truk Mitsubishi Tronton PS BK 9946 DR pengangkut bawang ilegal berinisial AA (29) beserta kereneknya, RBA (20).

“Pengemudi truk beserta kerneknya sudah kita lepaskan, karena statusnya hanya sebagai saksi,” jabar Mardiaz.

Lanjut dikatakan mantan Kapolres Madina ini, sebagai perbandingan, harga bawang lokal di pasaran saat ini mencapai Rp. 32600/ Kg, sedangkan bawang impor asal malaysia yang berhasil ditangkap petugas hanya seharga Rp. 30.000/Kg.

“Memang bawang impor ini lebih murah, akan tetapi legalitasnya tidak terjamin karena tidak memiliki sertifikat,” kata Kapolresta.

Imbas perbuatannya, Pasal 6 Subs pasal 31 uu RI No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dengan ancaman hukuman paling lama 3 Tahun penjara telah menunggu untuk tersangka. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button