Tersangka Korupsi PLTA Asahan III Wafat di Tebet Jakarta

MEDAN | Tersangka dugaan korupsi proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan III, Ir Bintatar Hutabarat meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet Jakarta, Kamis pagi sekira pukul 05.00 WIB.

KEPALA BARESKRIM“Ya, kita dapat kabar bahwa Bintatar Hutabarat meninggal dunia. Sehingga, kasusnya otomatis dihentikan,” ujar seorang penyidik subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Dia menyebutkan, bahwa Bintatar Hutabarat seyogiannya akan diperiksa dengan status tersangka, namun tertunda karena dia menderita sakit. Untuk mendalami keterlibatan mantan General Manager (GM) Pikitring Suar PT PLN itu, penyidik masih menunggu kehadiran saksi, namun saksi belum datang, tersangkanya sudah meninggal.

Diberitakan sebelumnya, mantan GM Pikitring Suar PT PLN itu ditetapkan sebagai tersangka bersama Bupati Tobasa non aktif, Pandapotan Kasmin Simanjuntak, terkait pembangunan dan pengadaan lokasi akses road dan
base camp PT PLN Asahan III, di Dusun Batu Mamak, Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir senilai Rp 17 M yang dananya bersumber dari APLN tahun 2012.

Bintatar Hutabarat waktu itu ikut menandatangani pencairan dana untuk pelepasan lahan 9 hektar untuk pembangunan base camp sebagai akses menuju proyek PLTA Asahan. Konon, Bintatar Hutabarat diduga mengetahui kalau kawasan itu sebagai hutan lindung, namun tetap membeli lahan tersebut.

Dalam kasus itu, penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu masih menjadikan Ir Bintatar Hutabarat sebagai tersangka, sementara sejumlah bawahannya sebagai saksi termasuk pimpinan proyek H Purba. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *