HeadlineIndeksKriminalitas

Bandel!!! Masih Ada Hotel Buka Tempat Hiburan Malam di Ramadhan

MEDAN | Di Kota Medan, masih ada ditemukan pemilik Hotel yang mengelola tempat hiburan malam membandel di bulan suci Ramadhan. Parahnya lagi, pemilik hotel tersebut tidak mengindahkan intruksi Walikota Medan melalui surat edaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata No 503/7714 tertanggal 10 Juni 2015, tentang perihal penutupan sementara tempat hiburan malam di beberapa titik maupun di beberapa hotel selama bulan suci Ramadhan.

KEPALA BARESKRIMPantauan wartawan di lapangan, nyatanya tercatat tiga tempat hiburan Hotel Kota Medan tetap beroperasional secara diam-diam di bulan suci ini. Subhanallah!!! Ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemko Medan maupun aparat penegak hukum untuk memberikan kenyamanan bagi umat Islam dalam menjalan ibadah Ramadhan.

Diminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan, Satpol PP, TNI dan Kepolisian Resort Polresta Medan melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan malam di beberapa Hotel, seperti Hotel Novotel, Hotel Griya dan Istana Hotel yang dikabarkan pada pekan pertama Ramadhan tidak menjalani intruksi Pemko Medan.

Seperti di Hotel Griya Jalan Pembangunan Medan, awak media memperoleh informasi bahwa tempat hiburannya masih buka melayani tamu-tamu. Mike sebut saja salah seorang karyawan di Hotel Griya yang bertugas di bagian tempat hiburan malamnya (Gestar) kepada awak media mengatakan, pada pekan pertama di Ramadhan tempat ini belum pernah di razia dan belum pernah ditutup.

“Tempat hiburannya buka secara tertutup di malam hari. Mulai pukul 21.00 WIB sampai pagi hari. Bagaimana orang mengetahui bahwa tempat hiburan malam mini ini masih buka, karena kami tidak melayani sama sekali yang masuk melalui pintu I dari tempat hiburan malam. Jika ada yang mau masuk ke Gestar itu tertutup dan melalui Hotel Griya baru bisa masuk ke tempat hiburan malamnya dari Jalan Amir Hamzah,” kata Mike, karyawan tempat hiburan malam Gestar, Rabu (24/6), ketik awak media melakukan investigasi.

Mike mengatakan, Manger Hotel Griya dan tempat hiburan malam itu bernama Anto, yang baru aja 1 tahun diangkat menjadi manager, karena dulunya ia sempat menjadi Supervaiser di Hotel Griya bukan di tempat hiburan malam Gestar.

Kemudian awak media menghubungi Manager Hotel Griya, Anto, mengakui kalau Hotel Griya tetap buka terus dan Gestar jarang dibuka. “Itupun, kalau ada party atau event – event tertentu dari tamu yang berlanganan masuk ke tempat kami,” terangnya, (25/6/2015).

“Kebijakan itu bukan wewenang saya. Saya hanya menjalankan tugas dan pekerjaan saya sebagai Manager. Saya mendapatkan perintah dari yang punya tempat hiburan malam, agar tempat tersebut di buka secara diam – diam,” ucap Anto kepada awak media.

Warga sekitar Jalan Amir Hamzah Kecamatan Medan Sunggal sangat resah atas kelakuan pemilik tempat hiburan malam di Hotel Griya. Samsir, salah seorang warga merasa resah dan jijik melihat masih berkeliaran perempuan-perempuan pekerja seks komersial (PSK) yang keluar masuk ke dalam Hotel Griya.

Menurutnya, di bulan suci Ramadhan jangan ada lagi tempat hiburan malam dibuka, karena akan mengoyakkan iman warga di sekitar penduduk. “Pemko Medan harus tegas kepada hotel – hotel yang membuka tempat hiburan malam. Itu harus ditutup selama bulan suci Ramadhan,” ungkap Samsir.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Lil Alamin mengungkapkan, pihaknya akan mengerakkan umat Islam agar menutup hotel – hotel yang ada tempat hiburan malam. Kami tidak ingin bulan suci Ramadhan ini dipenuhi kotoran. MUI akan membuat aksi ke beberapa hotel yang bandel, agar tempatnya ditutup segera, cetusnya, (25/6/2015).

Ia menilai, banyak sekarang ini tempat – tempat hiburan malam di Kota Medan. “Beberapa tempat sudah kami sisir, agar tempat hiburan tersebut jangan dibuka. Eh, malahan kami dengar dari awak media atau dari pemberitaan masih ada yang buka. Tempat hiburan malam itu sudah membuat hancur para anak – anak remaja sekarang ini, yang memberi kebebasan masuk tanpa ada pemeriksaan umur dan status pelajar pun bebas masuk ke tempat hiburan malam tanpa ada pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP),” jelas Lil Alamin. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button