Direksi harus Black List Rekanan yang Merusak Citra Tirtanadi

MEDAN | Adanya informasi yang diterima oleh beberapa rekanan di PDAM Tirtanadi terhadap adanya oknum rekanan yang dekat dengan para Direksi PDAM Tirtanadi diduga bisa merugikan PDAM Tirtanadi, serta memberikan citra jelek bagi dalam pelayanan ke masyarakat.

KEPALA BARESKRIMHal ini dikatakan Kepala Divisi Advokasi dan Data Sumut, Irfan Hamdani dari Transfaransi Anggaran (FITRA) Sumatera Utara, Minggu (28/6/2015), di Medan.

Dikatakannya, sebagaimana adanya informasi yang diterima adanya sebuah perumahan yang semestinya menggunakan pipa distribusi bermerk Invilon (kualitas baik) harga sesuai spek yang diminta PDAM Tirtanadi, diganti dengan pipa tenia yang harganya lebih murah (tidak sesuai spek yang diminta Tirtanadi dan khawalitasnyapun buruk).

Hal ini terjadi di cluster rumah pondok PDAM Tirtanadi Cabang Delitua, dengan pipa yang ditanam sebanyak 58 batang (lebih kurang sepanjang 350 meter) dengan diameter 6 inci.

Untunglah perihal cepat diketahui oleh pihak pengawasan, sehingga pipa tersebut terus dibongkar diganti dengan pipa sesuai spek yang diminta PDAM Tirtanadi. “Kalau ini tidak diketahui tentunya Tirtanadi sudah rugi dan yang untung adalah rekanan yang mengerjakan ataupun yang memasok barang ke perumahan tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga mendapat informasi mengenai adanya kapur yang dimasukkan ke Instalasi Pengolahan Air Deli Tua diduga tidak sesuai spek dan persentase tidak mencapai 80% begitu juga dengan Mersnya juga tidak mencapai 80%. Tentunya ini juga akan menambah pengeluaran yang cukup besar bagi PDAM Tirtanadi dalam penyediaan Kapur yang tidak sesuai spek.

Diduga rekanan ini sangat dekat dengan para direksi, ibaratkan lepat sama daun tak terpisahkan. Kalau begini terus nantinya PDAM Tirtanadi akan hancur dan keuangan akan terus berkurang, kecuali oknum tertentu hartanya bertambah.

“Seharunsya Direksi PDAM Tirtanadi harus memblack list rekanan tersebut dari tirtanadi, tapi kita yakin direksi tidak akan berani. Kita lihat saja nanti kehancuran PDAM Tirtanadi, jika rekanan ini terus digunakan,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Forum Wartawan Peduli Air (Forwara) Sumatera Utara, Alian Nafiah Siregar mengatakan, sudah mendengar semua info ini dan sudah dicek langsung ke lapangan. “Memang benar ada dan kita juga sudah berkoordinasi dengan oknum-oknum yang mengetahui hal ini termasuk para rekanan yang mengetahui pemasangan pipa distribusi yang tidak sesuai speck,” ucapnya.

Forwara yakin dibawah kepemimpinan Sutedi Raharjo ST sebagai Direktur Utama, Ir Delviyandri MPsi (Direktur Air Bbersih), Ir Heri Batanghari Nasution MPsi (Direktur Air Limbah) dan Ir Arif Haryadian MSi (Direktur Administrasi / Keuangan), dapat menyelesaikan permasalahan ini.

“Kita minta, agar para direksi memberikan pekerjaan kepada rekanan yang profesional, agar mereka para rekanan bekerja the right man of the right please. Biarlah rekanan itu sudah berjalan selama ini tidak merasa dizolimi, apalagi ini bulan puasa bulan penuh berkah. Para rekanan juga anggotanya juga mau berlebaran, jadi alangkah baiknya direksi berlaku baik demi keamanan dan kenyaman semua,” ucapnya.

Adanya masukkan ke Forwara, mengenai adanya rekanan yang belum dibayar uang dari kerjanya selama ini, sebaiknya juga dibayar. “Sebagaimana yang kita tahu bayarlah kerja orang itu sebelum menetes keringatnya. Sebab mereka juga sebaqian meminjam uang ke bank, tentunya bunga bank juga bertambah,” cetusnya. (ucup/B)

2 tanggapan untuk “Direksi harus Black List Rekanan yang Merusak Citra Tirtanadi

  • 29 Juni 2015 pada 6:54 PM
    Permalink

    Gawat ya PDAM Bisa diatur sama Rekanan, kalau begini jadinya tidak perlu lagi ada dirut. rekanan aja jadi dirutnya. Gubsu salah lantik

    Balas
  • 30 Juni 2015 pada 5:40 PM
    Permalink

    Dirut Tirtanadi dan Direksi Air bersih diduga ada main mata dengan rekanan sehingga rekanan itu tetap saja bermain proyek ditirtanadi. Dan terkadang menggunakan nama perusahaan orang lain.Atau mungkin waktu mau jadi direksi tirtanadi menggunakan uang rekanan sehingga para direksi seperti dicucuk hidung oleh rekanan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *