Dugaan Korupsi | Kejari Lubuk Pakam Panggil Direktur RS Haji Medan

MEDAN | Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam melakukan pemanggilan kepada Direktur Rumah Sakit (RS) Haji Medan, dr Dah Retni W Ningtyas.

PemanggilanKEPALA BARESKRIM Direktur RS Haji Medan terkait permintaan keterangan terkait sehubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam biaya barang/perbekalan Farmasi, Biaya Administrasi Perkenatoran dan Biaya Dapur dan Gas, Biaya Pemerliharaan TA 2014 dan pemotongan insentif pegawai/karyawan RS Haji periode bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2014.

Informasi pemanggilan ini dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam pada 26 Maret 2015 dengan surat bernomor B-1290/N.2.22/Fd.1/03/2015, dengan jadwal kedatangan Direktur RS Haji Medan ke Kejari Lubuk Pakam pada 30 Maret 2015 jam 13.30 WIB, menghadap Samandhohar Munthe, SH.

Pemanggilan Direktur RS Haji Medan untuk dimintai keterangan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam Nomor Print: 05/N.2.22.Fd.1/03/2015, yang ditandatangani P. Maniuruk, SH, MH (Jaksa Utama Pratama) dengan NIP. 19571110 198703 1 001, dengan tembusan surat ke tiga pejabat kejaksasan Sumut, yakni Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara; Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumut; dan Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Informasi yang diperoleh wartawan di RS Haji Medan, kabarnya benar adanya pemanggilan Direktur RS Haji Medan. “Memang ada pemanggilan itu. Kabarnya sudah tiga kali pemanggilan terkait sangkaan dugaan korupsi. Tapi, hanya sebatas pemanggilan untuk menyampaikan keterangan kepada pihak Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam,” ujar sumber yang namanya enggan disebutkan kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Ketua Umum LSM PERINTIS, Hendra Silitonga yang dimintai komentar terkait di dugaan korupsi RS Haji Medan tahun 2014 yang telah ‘ditangani’ Kejari Lubuk Pakam, meminta hasil pemeriksaan kepada Direktur RS Haji Medan dipublikasikan ke publik, agar informasi yang menguap ke masyarakat tidak simpang siur.

“Kita ada menerima laporan ini, tapi sejauh mana prosesnya di aparat penegak hukum belum dapat dipastikan. Dalam waktu dekat ini kita akan mempertanyakannya ke Kejari Lubuk Pakam dan Kejati Sumut terkait hasil pemeriksaan dugaan korupsi di intitusi RS Haji Medan,” ucap Hendra, Kamis (2/7/2015), di Medan kepada wartawan.

Apakah kasus dugaan korupsi yang dituduhkan kepada Direktur RS Haji Medan, dr Diah Retno W Ningtyas akan bergulir ke meja hijau atau mentok sebatas pemeriksaan saja. Kita akan tunggu proses dan pemberitaan selanjutnya. (tim/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *