Perusahaan Penghasil Limbah Tak Hadir | Legislator Usir BLH Kota Medan

MEDAN | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) melalui Komisi D meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan untuk keluar dari ruang rapat 1 Kantor Walikota Medan, pada agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi D DPRD Sumut dengan Pemko Medan dan perusahaan penghasil limbah, Rabu (8/7/2015).

KEPALA BARESKRIMHal ini terjadi pada saat Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut, HM Nezar Djoeli menanyakan kepada BLH Provinsi dan Kota Medan tentang ketidakhadiran perwakilan 41 perusahaan penghasil limbah di rapat kunker Komisi D DPRD Sumut.

“Hari ini adalah pertemuan kita dengan Pemko Medan, BLH Medan, BLH Provinsi dengan perusahaan penghasil limbah di Kota Medan. Namun kenapa satu perusahaan pun tidak hadir dirapat kunker ini. Ada dengan mereka dan BLH Kota Medan. Apakah mereka tidak tahu pentingnya bahaya limbah dan pelestarian lingkungan yang akan dirasakan untuk anak-cucu kita. Karena itu kita meminta BLH Kota Medan untuk keluar dari ruangan ini karena kami akan melanjutkan agenda lain,” ketus Nezar.

Anggota legislator ini menilai, ke 41 perwakilan perusahaan yang tidak hadir pada rapat ini terkesan sudah berlindung dibalik otonomi daerah. Artinya, disinyalir ada upaya pemback-upan BLH Kota Medan terhadap perusahaan penghasil limbah di Medan.

“Karena itu kita akan menjadwal ulang pertemuan ini dan langsung turun kelapangan untuk meninjau seluruh perusahaan penghasil limbah di Medan,” ujarnya.

Nezar mengatakan, apabila nantinya ditemukan limbah berbahaya dan perijinan yang tidak lengkap, maka pihaknya akan merekomendasikan perusahaan tersebut untuk ditutup.

“Dan kita akan melaporkan BLH Kota Medan kepihak kejaksaan jika ada upaya pemback-upan terhadap perusahaan karena terindikasi korupsi,” tandasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *