Bareskrim Polri Segera Periksa 2 Bupati Tersangka Korupsi

JAKARTA | Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri segera memeriksa dua kepala daerah yakni Bupati Bengkalis Herliyan Saleh (HS) dan Bupati Kotabaru Irhami Ridjani (IR) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

KEPALA BARESKRIMHal tersebut disampaikan oleh Kasubdit I Dittipikor Bareskrim Polri Kombes Ade Deriyan Jayamarta melalui keterangan persnya kepada wartawan Mabes Polri.

“Tersangka Bupati Bengkalis HS, kasusnya dugaan tipikor dalam bentuk penyalahgunaan wewenang dalam kegiatan belanja hibah dalam lingkungan Sekda Bengkalis yang dananya bersumber dari APBD 2012 atas Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) 12 April 2015,” kata Deriyan di Balai Media Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2015).

Deriyan menambahkan, ditetapkannya HS sebagai tersangka berdasarkan gelar perkara yang dilakukan pada (9/7/2015) yang dipimpin langsung oleh Dirtipikor Bareskrim Polri, Brigjen Ahmad Wiyagus serta dihadiri pula oleh beberapa perwakilan Polda Riau.

“HS dinilai melakukan penyalahgunaan wewenang dan melawan hukum sehingga yang bersangkutan dikenakan pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi,” tambahnya.

Dalam gelar perkara yang sama, Bareskrim juga menetapkan Bupati Kotabaru Irhami Ridjani (IR) sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemaksaan perizinan dalam proyek pertambangan di wilayah Kalimantan Barat kepada PT Indosemen Tunggal Prakarsa.

“Melalui Sprindik 5 Juni 2015 dihasilkan gelar perkara, memutuskan bahwa IR selaku Bupati Kabupaten Kotabaru periode 2010 hingga 2015 ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 12 E Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tipikor,” jelasnya.

Terkait kerugian negara disampaikan Deriyan pada kasus Bupati Bengkalis berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau kurang lebih mencapai Rp 31 miliar sedangkan untuk kasus IR kerugian negaranya mencapai Rp 17 miliar lebih.

“Kedua tersangka akan segera dipanggil yang waktunya akan disesuaikan dengan rekan penyidik,” ujarnya. (inl/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *