Tolong Menolong

Oleh: Drs H Hosen Hutagalung MA

Manusia adalah makhluk sosial. Manusia antara yang satu dengan yang lainnya pasti ada saling berhubungan. Hubungan ini baik secara sosial maupun hubungannya dari segi pekerjaan.

tolong-menolongDi dunia ini jika kita menanyakan kepada seseorang apakah mau hidup dalam satu kampung yang dikampung tersebut semua orang kaya dan semuanya menajadi bos pasti seseorang itu tidak mau, karena dikampung tersebut sudah barang tentu tidak ada lagi yang bisa di minta pertolongannya karena semuanya sudah mapan dan tidak mau disuruh-suruh orang.

Kita hidup di dunia ini saling membutuhkan. Yang kaya, yang miskin, yang cantik, yang jelek, bos dan bawahan, dan semuanya kita yang sudah hidup didunia ini saling membutuhkan satu sama yang lainnya. Maka dari itu kita tidak bisa menyepelekan seseorang tersebut karena kita bisa saja dan kapan saja meminta pertolongan kepadanya.

Dalam hadis-hadis Rasulullah banyak menyeru kita untuk saling tolong menolong atau bahu-membahu. Dengan demikian terbentuklah masyarakat yang kokoh laksana benteng yang masing-masing komponennya saling menguatkan, atau laksana satu tubuh yang jika salah satu bagian sakit maka yang lain juga akan ikut merasakannya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah pernah mengungkapkan “ Perumpamaan hubungan seorang mukmin dengan mukmin yang lain adalah laksana sebuah bangunan yang masing-masing bagian saling menguatkan. (Beliau kemudian mangisyaratkan hal itu dengan menyatukan jari-jari kedua tangan beliau).” ( HR. Bukhari).

Dalam hadis ini sangat jelas Rasul membuat sebuah perumpamaan kepada kita sesama mukmin agar saling tolong menolong. Wajar saja jika semua mukmin yang berada di tanah air kita saling tolong-menolong maka secara kumulatifnya umat Islam ini akan menajadi umat yang kuat.

Dalam hal saling tolong menolong ini Allah swt pun menyuruh kita untuk saling tolong- menolong ini, dan juga dalam tolong menolong ini ada tata krama dan panduannya supaya bisa saling tolong menolong ini.

Dalam Alquran Allah berfirman “…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya”.( QS. Al-Maidah : 2).

Dalam potongan ayat Al-Maidah ini Allah mengisyaratkan kepada kita untuk saling tolong menolong. Tekhusus tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, namun Allah sangat melarang kita untuk tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Pertanyaan bagi kita tolong menolong yang mana yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah tolong menolong dalam bentuk kebaikan dan memperoleh ke takwaan. Jadi bagaimana caranya? Dalam hal ini sangat banyak cara tolong menolong dalam memperoleh kebaikan dan taqwa itu. Menolong orang dalam keadaan susah merupakan sebuah bentuk tolong menolong dalam kebaikan ini.

Terkhususnya dalam bulan Ramadhan ini sangat banyak wujud pertolongan yang harus kita lakukan kepada orang lain. Memberikan bukaan kepada seseorang, memberikan infak dan shadaqah kepada orang yang membutuhkan, ini merupakan wujud saling tolong menolong.

Wajar saja dalam sebuah hadis Rasulullah mengatakan “ Siapa saja (diantara orang-orang mukmin) yang melapangkan satu kesusahan dunia yang di alami mukmin yang lain maka Allah swt akan melapangkan satu kesusahan dirinya di hari akhirat. siapa yang menutup aib (kejelekan) seseorang muslim maka Allah swt juga akan menutup aibnya, baik di dunia maupun di akhirat. Sesungguhnya Allah swt akan selalu menolong seorang hamba selama ia tetap menolong saudaranya (sesama muslim)” (HR Tirmidzi)

Begitu indahnya saling tolong menolong, bahkan Rasul sekalipun menggaransi seseorang itu selama ia menolong orang lain. Kalau kita lihat hitungan kali-kali di dunia, kita menolong seseorang belum tentu orang yang kita tolong itu yang akan menolong kita nanti. Namun harus kita yakini bahwa suatu hari nanti secara tidak sengaja orang lainpun akan menolong kita. Jangan pernah kita menyepelekan garansi dari Allah dan RasulNya karena itu pasti terlaksana. mengenai tolong menolong ini bahkan Allah membuat salah satu pernyataan dalam sebuah Ayat dalam Alquran surat As-Saffat ayat ke 25 . “Kenapa kamu tidak tolong menolong?” (QS. As-Saffat : 25). Semoga kita saling tolong menolong dengan muslim yang lain sehingga kekokohan dan ke besaran umat Islam nampak kokoh dan kuat. Amin.

(Dosen FAI UMSU / Ketua LPCR PWM Sumut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *