KPK: 22 Juli Gubernur Sumut Diperiksa Jadi Saksi Penyuapan Hakim

JAKARTA | Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho kembali dipanggil oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 22 Juli 2015 pekan depan. Gatot akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Hakim PTUN Medan.

KEPALA BARESKRIMPelaksana tugas Ketua KPK, Taufiequrrahman Ruki mengatakan, pemeriksaan politikus PKS itu untuk melengkapi adanya dugaan keterlibatan dalam kasus ini. Karena penyidik menemukan petunjuk dugaan keterlibatan Gatot dalam kasus ini, baik dari kesaksian para tersangka maupun dari dokumen yang berhasil disita KPK dari kantor gubernur.

“Pemeriksaan yang nanti akan menentukan terkait atau tidak (Gatot dalam kasus ini). Tentunya adanya kesaksian-kesaksian dan alat bukti,” kata Ruki di Jakarta, (15/7/2015).

Menurut Ruki, pihaknya sangat berhati-hati dalam mengungkap kasus ini. Untuk itu, kata dia, keterangan dari Gatot diperlukan untuk menentukan langkah kedepan apakah penyidik bisa mengeluarkan Sprindik baru atau tidak.

“Tidak bisa berdasarkan prediksi kami. Oleh karena itu, KPK harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum sampai pada kesimpulan yang disampaikan. Nanti saksi-saksi dan alat bukti yang kita dapatkan mendukung ke arah itu, kalau memang mendukung ya kita jalankan (pengeluaran Sprindik baru),” ujarnya.

Penyidik KPK memang tengah mendalami dugaan keterlibatan Gatot dalam perkara suap yang berawal dari gugatan Pemprov Sumut ke PTUN Medan. Pada perkara itu, terkuak adanya penyuapan yang dilakukan oleh anak buah OC Kaligis kepada 3 Hakim dan satu Panitera PTUN Medan.

“Karena hanya berdasarkan logika saja, sangat tidak mungkin uang suap ini berasal atau dimiliki oleh Gerri,” kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, lndriyanto Seno Adji.

Informasi mencuat, sumber uang suap pada Hakim PTUN Medan itu dari Gatot. Dugaan itu semakin menguat setelah KPK melakukan penggeledahan di kantor Gatot. Bahkan, KPK sudah melayangkan surat pencegahan ke luar negeri pada sang gubernur.

Kantor gubernur digeledah penyidik karena diduga masih ada keterkaitan dengan tindak pidana. Dugaan adanya keterlibatan Gatot tidak ditampik oleh Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja.

“Kecil kemungkinan tidak terlibat (dalam kasus ini). Sejauhmana keterlibatannya, itu yang sedang didalami,” kata Pandu. (inl/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *