JR Saragih Bakal Nyangkut?

MEDAN| Penyidik Subdit II/Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut tetap memiliki ‘trik’ untuk menjerat Bupati Simalungun, JR Saragih, terkait kasus penipuan proyek Rumah Sakit Etaham Simalungun senilai Rp 4 Miliar yang dilaporkan Elias Purwaja Purba.

KEPALA BARESKRIMKali ini, Subdit II/Harda Bangtah Ditreskrimum telah menahan Silverius Bangun yang diketahui ‘tangan kanan’ sang Bupati. Diharapkan Silverius Bangun merasa terzolimi dengan berada di balik jeruji besi dan dapat membeberkan ‘otak’ pelaku di balik kasus penipuan ini.

Kompol Sonari selaku Kanit 1 Subdit II/Harda Bangtah yang ditemui wartawan akhir pekan kemarin, membenarkan telah menahan Silverius Bangun. Menurutnya walaupun tersangka kooperatif, mereka tetap menahannya dikarenakan takutnya ada barang bukti yang dikaburkan.

“Silverius Bangun sudah kita tahan, (6/8/2015), saat tersangka datang ke Mapoldasu untuk kita periksa kembali sebagai tersangka, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami menahan tersangka,” ujarnya.

Lanjutnya, bahwa beliau masih berharap agar Silverius ‘nyanyi’ untuk menjerat Bupati Simalungun JR Saragih. “Kami masih berharap tersangka nyanyi agar JR Saragih dapat terjerat, dan dapat kami periksa,” tukasnya.

Saat disinggung wartawan, bahwa Silverius Bangun akan ditangguhkan penahanannya, lantas Sonari tidak berani komentar lebih jauh lagi. “Kalau itu nanti tergantung pimpinanlah, saya hanya menjalankan tugas,” pungkasnya.

Sebelumnya Subdit II/Harda Bangtah Ditreskrimum Poldasu masih meyakini adanya keterlibatan Bupati Simalungun JR Saragih dalam kasus penipuan proyek Rumah Sakit Entaham di Simalungun senilai Rp 4 Miliar yang dilaporkan Elias Purwaja Purba. Tetapi untuk menjerat orang nomor satu di Kabupaten Simalungun ini, penyidik tidak memiliki bukti yang kuat, dan penipuan ini sangat rapi sekali untuk menutupi keterlibatannya.

Namun, laporan yang tertuang dalam STTLP/ 556/V/2014/SKPT I tanggal 13 Mei 2014 itu, hampir rampung, setelah penyidik sudah menetapkan seorang tersangka yakni ‘tangan kanan’ Bupati Simalungun Silverius Bangun.
“Sudah ada tersangkanya, satu orang yang kabarnya orang dekat Bupati Simalungun yakni Silverius Bangun,” sebut Kompol Sonari, Kanit 1 Subdit II/Harda Bangtah.

Menurut dia, Silverius Bangun sudah dua kali diperiksa dan saat ini penyidik akan melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan. “Sudah disiapkan SDPDnya tinggal dilimpahkan ke Kejaksaan,” ujarnya.

Disinggung, apakah dalam kasus ini Bupati Simalungun tidak terlibat, lantas Sunari mengatakan, bahwa pihaknya tidak memiliki Bukti-bukti yang kuat. Dan dari pemeriksaan beberapa saksi, diketahui Bupati Simalungun pernah berjumpa dengan pelapor atau korban.

“Dari keterangan saksi yang kita periksa terkait kasus ini, Pak Bupati hanya sekali menjumpai Pak Purba (Korban-red), dan seterusnya yang menjumpai Pak Bangun (Tersangka-red), dan sewaktu uang ditransfer ke rekening Pak Bangun sebanyak 1 Miliar, ternyata bukan melalui rekening Pak Purba, jadi sulit untuk menelusuri keterlibatan Bupati,” ujarnya.

Namun pihaknya masih berkeyakinan, masih ada otak pelaku dibalik kasus penipuan ini, namun tersangka diharapkan dapat membeberkan keseluruhannya. “Bupati Simalungun, bisa saja terlibat asalkan Silverius berani nyanyi,” ujarnya.

Sebelumnya dalam hasil gelar perkara kasus tersebut, Kompol A Tarigan SH selaku perwira yang bertugas di Bidang Humas Poldasu mengatakan, hasil pemeriksaan yang dilakukan Subdit II Harda Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut terkait kasus tersebut bermula setelah Elias Purwaja Purba melaporkan dua terlapor yakni Silverius Bangun dan JR Saragih.

Kemudian penyidik melakukan pemeriksaan beberapa saksi-saksi dan dari hasil keterangan tersebut hanya satu terlapor yang terlibat. “Penyidik juga memeriksa beberapa saksi-saksi, dari hasil pemeriksaan JR Saragih tidak menerima uang proyek tersebut,” ujar Tarigan.

Kompol Tarigan juga menerangkan bahwa penerimaan uang tersebut diberikan secara tunai kepada Silverius Bangun. “Setelah pelapor mengambil uang di Bank Bukopin, kemudian pelapor memberikan uangnya ke Silverius Bangun,” kata Tarigan.

Namun dari hasil pemeriksaan Silverius Bangun di Polda Sumut beberapa waktu lalu, ternyata “Tangan Kanan” JR Saragih ini akhirnya mengakui kalau dirinya berdalih bahwa uang tersebut bukan uang untuk meloloskan proyek melainkan hanya uang pinjaman. “Silverius Bangun mengakui telah menerima uang dari Elias Purwaja Purba, namun bukan uang proyek melainkan uang pinjaman sebesar Rp 300 juta,” kata Tarigan.

Subdit II/Harda Bangtah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumut sudah memeriksa Bank Bukopin Cabang Medan namun belum bersedia membeberkan hasil pemeriksaannya terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan Bupati Simalungun, JR Saragih senilai Rp 4 miliar.

“Ya benar, kita memintai keterangan dari pihak Bank Bukopin atas kasus itu. Kalau soal hasil materilnya atau hasil pemeriksaannya, kita belum bisa sampaikan, karena masih proses,” ujar mantan Kasubdit II Harda/Tahbang Dit Reskrimum Poldasu, AKBP Yusup Syafrudin kala itu.

Selain itu, untuk menelusuri keterlibatan orang nomor satu di Kabupaten Simalungun tersebut terlebih dahulu kepolisian melakukan pemeriksaan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Simalungun.

“Ini kasus pengadaan proyek, saya belum tahu pastinya proyek seperti apa yang dilaporkan tersebut, setelah saya berkoordinasi dengan penyidik yang menangani kasusnya bahwa kasus penipuan tersebut berawal dari pengadaan proyek yang ada di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Simalungun,” ujar Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf.

Saat disinggung wartawan, apakah Kadis PU Kabupaten Simalungun akan diperiksa Poldasu terkait laporan tersebut dikarenakan proyek tersebut berasal dari Dinas PU, lantas Helfi mengatakan, bahwa Kadis PU Kabupaten Simalungun juga akan diperiksa dan dimintai keterangannya sebagai saksi.

“Karena ini berada di Dinas PU, tidak tertutup kemungkinan Kadisnya juga akan kita mintai keterangannya. “Helfi juga menambahkan bahwa untuk memeriksa Bupati Simalungun JR Saragih saat ini kepolisian masih memiliki bukti yang dangkal yang artinya pihak kepolisian tidak akan sembarangan memanggil Bupati jika bukti tidak cukup kuat, namun Hefi menambahkan bahwa bisa saja JR Saragih terlibat dalam kasus tersebut.

“Kita periksa dulu sejumlah saksi, mengenai adanya kontak langsung antara JR Saragih dengan korbannya baik melalui Handphone maupun yang lainnya akan terbukti dengan adanya print out yang akan diminta Subdit II/Harda Bangtah ke perusahaan telekomunikasi, dan jika cukup bukti bisa saja JR Saragih kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Helfi.

Selain itu penyidik juga telah memeriksa terlapor lainya yakni Silverius Bangun, rekanan di Pemkab Simalungun yang dikenal dekat dengan JR. Saragih. “Silverius sudah datang untuk memenuhi panggilan kedua pada Kamis (21/8-2014) lalu,” ujar Kanit 1 Subdit II/Harda Bangtah, Kompol Sonari.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan saat itu, kata Sonari, pihaknya meminta kepada Silverius Bangun agar memberikan data print uang keluar masuk dari rekening pribadinya.

“Setelah data itu kita dapat, akan dilakukan pengecekan ke Bank untuk memperoleh kebenaran datanya,” katanya.

Kepada wartawan sebelumnya, Elias mengatakan bahwa modus penipuan yang dilakukan oleh JR Saragih kepadanya itu adalah dengan cara menjanjikan pekerjaan kepadanya.

“Uang itu ada yang di transfer ke rekeningnya dan ada juga yang diberikan secara langsung, dan ada juga melalui pihak ke-3,” kata Elias.

Elias mengatakan, beberapa waktu yang lalu dirinya memang ada diberi pekerjaan pembangunan oleh Bupati Simalungun itu di Rumah Sakit Etaham. Namun, nilai proyek itu tidak sesuai dengan uang yang telah dikeluarkanya.

Menurut Elias, dalam kasus dugaan penipuan yang sama, dirinya juga melaporkan Silverius Bangun. Adapun keterlibatan Silverius Bangun dalam kasus ini adalah karena mengetahui ketika dirinya bertemu dengan JR Saragih. Dan melalui Silverius Bangun, dirinya ada menitipkan uang untuk diberikan ke Bupati Simalungun tersebut.

“Sebelum kasus ini dilaporkan ke Polda Sumut, ada orang Bupati yang mencoba menjembatani agar permasalahan tersebut tidak dibesar-besarkan. Dan hal itu dilakukan oleh Kadis Tarukim Simalungun, Benny Saragih,” kata Elias.

Tapi setelah ditunggu-tunggu tetap tidak ada penyelesaianya, kemudian korban melaporkannya ke Poldasu. Bahkan, hingga kini, masih ada orang yang ingin menjembatani kasus penipuan ini, namun tak satupun yang jelas. “Saya hanya ingin uang yang sudah saya keluarkan dikembalikan,” tegas Elias.

Dalam laporan yang dilakukan Elias ke Mapoldasu itu, JR. Saragih dan Silverius Bangun, telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 378 jo 372 KUHPidana. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *