Yayasan Indah Medan Cetak Wisudawan Akbid, Akper dan Akfar

MEDAN | Sebanyak 229 Ahli Madya Kesehatan (AMK) Yayasan Indah Medan, Kamis (13/8) diwisuda di Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed). Dari 229 mahasiswa yang diwisuda tersebut, diantaranya Akademi Kebidanan (Akbid) sebanyak 131 orang, Akademi Keperawatan (Akper) 67 orang dan Akademi Farmasi (Akfar) 101 orang.

wisuda yayasan indahKEPALA BARESKRIM“Mereka yang diwisuda merupakan angkatan ke XI bagi Akbid dan Akper sedang Akfar angkatan XII,” kata Pembina Yayasan Indah Medan H.Abdul Haris Sy Hasibuan,SE yang didampingi Direktur Akfar, Drs H Mustafa Ridwan Lubis MSi Apt, Direktur Akper NERS H Ambali Azwar Siregar SKP MBiomed dan Direktris Akbid Hj Enny Yustriani SSP MKes.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut yang diwakili Kabid Bina Pengembangan SDM Kesehatan, Redesman SH MKes mengharapkan kepada para wisudawan dan wisudawati, agar dapat mewujudkan ilmu yang diperolehnya dibangku kuliah untuk masyarakat. Karena profesi seperti ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat khususnya di pedesaan terpencil.

Sejauh ini, katanya, tenaga kesehatan masih banyak berkonsentrasi (numpuk-red) di perkotaan, seperti Kota Medan, Binjai dan Deliserdang. “Hanya segelintir tenaga kesehatan yang mau terjun kepedesaan terutama desa terpencil untuk menolong masyarakat disana,” katanya.

Dia juga menghimbau agar lulusan tenaga kesehatan Yayasan Indah Medan tidak hanya mengharapkan jadi pegawai negeri saja, sebab banyak lapangan pekerjaan misalnya menjadi Bidan PTT di daerah terpencil, kemudian bekerja di rumah-rumahsakit swasta atau rumahsakit milik TNI dan Polri. “Tapi yang terpenting mereka mampu berkompetisi sehingga mudah mencari lapangan kerja bahkan mampu membuka lapangan kerja sendiri,” ujar Redesman.

Menjawab pertanyaan wartawan, Redesman mengatakan sejauh ini tenaga kesehatan masih dibutuhkan di Indonesia, sebab rasionya 100 masyarakat per seorang tenaga kesehatan. “Cuma tadi saya katakana banyak terjadi penumpukan-penumpukan tenaga kesehatan di satu wilayah,” ujarnya.

Ditanya soal Yayasan Indah yang memiliki program study (Prody) Akper, Akbid dan Akfar ini, dia mengaku Yayasan Indah Medan proses belajar mengajarnya sangat baik, sebab sesuai dengan standart kurikulum yang berlaku.

Bahkan selama ini, Yayasan Indah Medan tidak ada masalah yang terjadi. “Artinya Dinkes Sumut selalu mendukung sekolah-sekolah kesehatan yang berpredikat baik,” ujarnya sembari mengingatkan para lulusan memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Indah Medan, dr M Riski Ramadhan Hasibuan SH SE mengatakan, sejauh ini Akfar Yayasan Indah sudah melahirkan alumni-alumni yang berprestasi dan professional, bahkan sudah banyak yang bekerja baik jadi pegawai negeri dan di rumah-rumahsakit swasta.

“Para alumni kita beri bimbingan dan pembinaan sehingga mereka professional dibidangnya,” kata Riski yang juga saat ini sebagai Calon Wakil Bupati Sergai dari jalur independen yang berpasangan dengan Syahrianto SH.

Selain itu, katanya, Yayasan Indah tetap memberikan bea siswa baik bagi mahasiswa berprestasi dan mahasiswa berprestasi tapi kurang mampu. “Tidak hanya itu yayasan juga memberikan pelatihan-pelatihan kewirausahaan, dengan demikian para lulusan nantinya diharapkan mampu membuka lapangan kerja sendiri baik secara mandiri maupun berkelompok,” ujarnya.

“Tapi yang penting, para lulusan ditengah-tengah masayrakat saat memberikan pelayanan, berikan senyum sebab senyum 30 persen dapat mengobati,” ujarnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *