Pengepul Tringgiling Dituntut 2 Tahun Penjara

MEDAN | Terdakwa pengepul dan penyelundup 5 ton tringgiling (manis javanica), Soemiarto Budiman alias A Beng, dituntut 2 tahun penjara. Dia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 75 juta subsider 3 bulan kurungan.

KEPALA BARESKRIMTuntutan terhadap pria paruh baya ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Johanes di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (9/9/2015). “Meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhi terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara,” ucap Johanes.

Dalam nota tuntutannya, JPU meminta majelis hakim yang diketuai Marsuddin Nainggolan untuk menyatakan Sumiarto Budiman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup dan dalam keadaan mati.

Hakim diminta menyatakan pria ini bersalah memperjualbelikan bagian tubuh atau kulit satwa dilindungi.

JPU menilai, Sumiarto telah terbukti melanggar Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf A dan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) dan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf D UU RI No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan ekosistemnya (KSDAE).

Seusai mendengarkan tuntutan, terdakwa yang didampingi kuasa hukum mengatakan akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya.

Dalam perkara ini, sesuai dakwaan, terdakwa Sumiarto alias A Beng
ditangkap tim dari Mabes Polri di Kompleks Pergudangan Niaga Malindo KIM I di Jl Pulau Bangka, No 5, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli pada 23 April 2015. Dia berhadapan dengan hukum karena telah menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi yakni trenggiling.

Di tempat itu, terdakwa bertahun-tahun menangani pembelian tringgiling. Dia mengaku diperintah bosnya Alim yang belum tertangkap.

Tringgiling dibeli dengan harga Rp 120.000/kg. Dalam penggrebekan yang dilakukan tim dari Mabes Polri itu, ditemukan 5 ton tringgiling beku, 95 ekor tringgiling hidup dan 77 kg sisik tringgiling di dalam gudang itu. Satwa dan bagian tubuhnya itu rencananya diselundupkan ke Singapura. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *