Diperintahkan Atasan | Wakapolsek Medan Kota Tertibkan Acara Kemalangan

MEDAN | Dengan alasan diperintahkan atasan, Wakapolsek Medan Kota, AKP Torang Niari Sinaga bersama personilnya menertibkan kegiatan kemalangan alias duka cita yang dinilai telah membuat kemacetan.

KEPALA BARESKRIMDuka cita atas meninggalnya Opung Will Fernando Boru Tohang di Jalan Bahagia By Pass, Kecamatan Medan Kota, Senin (19/10/2015), mendapatkan sorotan publik.

Karena terjadi pembongkaran kursi sekaligus pembubaran masyarakat tanpa adanya koordinasi dengan pihak keluarga yang berduka.

Informasi dihimpun, kejadian itu berawal saat Karo Ops Polda Sumut, Kombes CBS Nasution melintas di Jalan tersebut. Karena macet, perwira Polda meminta Wakapolsek turun ke lokasi, agar membuka Jalan Bahagia By Pass, Jalan Simpang Saudara sampai Simpang Kemiri II yang ditutup karena acara duka cita.

Wakapolsek yang mendapat perintah, turun bersama personilnya dan langsung membongkar kursi serta membubarkan masyarakat yang berduka cita.

Melihat aksi petugas kepolisian yang dinilai arogan dan tidak mempunyai rasa kemanusiaan, masyarakat menyoraki dan mengusir petugas.

“Tindakan polisi tersebut tidak profesional. Kita sedang berduka cita, tapi mereka malah arogan. Banyak lokasi macet yang harus mereka tangani, tapi kenapa kami yang sedang duka cita dibubarkan,” kata salah seorang keluarga yang meninggal bernama Andi (34).

Sementara Waka Polsek Medan Kota, AKP T Niari Sinaga ketika dikonfirmasi wartawan mengaku, tidak ada melakukan pembongkar paksa pada penutup jalan yang dipakai untuk kemalagan.

Terlebih katanya pihaknya mendatangi lokasi kemalangan tersebut atas perintah atasan untuk membuka Jalan Bahagia By Pass yang sengaja ditutup masyarakat yang dinilai menimbulkan kemacetan.

“Kami tidak ada merusuhi atau membuka paksa jalan. Namun kami hanya mmengingatkan pada keluarga bahwa Jalan Bahagia By Pass ini adalah akses jalan utama, jadi kiralah dipakai separuh aja, agar kenderaan bisa lewat,” ungkap T Niari.

Ia menambahkan, jika peritah tersebut dilaksanakan atas perintah Kapolresta Medan untuk membuka jalan. “Banyak SMS dari warga ke Kapolresta tentang penutupan jalan tersebut, makanya Kapolres memerintah kami, namun dengan rasa kemanusian kami izinkan keluarga memakai jalan sampai jam 16.00 WIB dan anggota kita siagakan untuk mengatur lalulintas (lalin),” sebutnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *