Usaha Travel Umroh Terpukul Rupiah

MEDAN | Pergerakan Rupiah yang berfluktiatif berimbas pada ketidakstabilan ekonomi. Salasatu ‘pukulan’ rupiah sangat dirasakan bagi usaha Travel Umrah.

KEPALA BARESKRIMKini pengelola Travel Umrah hanya bisa pasrah, dikarenakan banyak konsumennya yang mengurungkan niat pergi umrah untuk beribadah ke tanah suci Mekkah disebabkan gejolak naik turunnya nilai rupiah.

Pemilik Travel Annajwa, Naziruddin Idris berucap, sepanjang tahun ini animo masyarakat untuk berangkat umrah minim. Sebab, kondisi ekonomi yang semakin sulit.

“Kalau animo masyarakat untuk beribadah umrah pasti tinggi, karena itu ibadah. Tapi, masalahnya ini kondisi ekonomi, rupiah naik turun, jadi orang banyak menunda untuk berangkat umrah. Kalau dihitung tahun itu turunnya lebih dari 50 persen keberangkatan jemaah umrah dari sini,” katanya, Selasa (27/10/2015), di Medan.

Idris menambahkan, tiap tahun keberangkatan melalui travelnya bisa sampai 2.000 jamaah. Namun kini, angka keberangkatan tidak sampai 1.000 jamaah.

“Sangat turun sekali lah. Kalau begini terus bisa terancam bangkrut. Kita minta pemerintah menstabilkan perekonomian, agar semua bisa membaik,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik Hijrah Travel and Tour, Gitra mengatakan, jumlah keberangkatan umrah belakangan ini anjlok. Sebab, biaya akomodasi keberangkatan ke tanah suci masih bergantung pada dollar.

“Turun kali, semua biaya ngikuti dolar. Jadi, calon jemaah dari Indonesia menunggu rupiah menguat dulu, baru berangkat. Karena, kalau rupiah melemah biaya umrah semakin tinggi,” katanya.

Menurutnya, tantangan yang diperoleh pihak travel dengan pembiayaan yang mengikuti dolar. Sementara, pemerintah mewajibkan semua harus pakai rupiah.

“Kalau semua harus pakai rupiah, sementara bayar ke sana harus pakai dollar, yang rugi itu pihak travel. Karena, kalau tiba-tiba dolar menguat dan rupiah melemah. Maka travel harus menutupi kekurangan itu,” katanya.

Pemilik Travel Rado Riza Tour and Travel, Sobirin juga mengeluh. Ia mengatakan, penurunan keberangkatan jamaah umrah merosot karena ketidakstabilan rupiah. Akan tetapi, pihaknya selalu memanfaatkan segala lini untuk mendongkrak penjualan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *