Kapolda Izini KPK Pakai Mako Brimob Lidik Kasus Korupsi Sumut

MEDAN | Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhitung selama 10 hari, mulai tanggal 11 hingga 21 November 2015, berada di Kota Medan.

KEPALA BARESKRIMKeberadaan penyidik diketahui untuk melengkapi berkas acara perkara terkait kasus dugaan suap pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pembatalan hak interpelasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Helfi Assegaf kepada wartawan Kamis (12/11/2015), mengatakan, berdasarkan konfirmasi dengan Kepala Satuan Brimob Poldasu, Kombes Pol Nirboyo, diketahui penyidik KPK meminjam tempat di Mako Sat Brimob Poldasu selama 10 hari.

Dijelaskan, izin pemakaian Mako Sat Brimob Poldasu itu diberikan Kapoldasu Irjen Pol Ngadino, setelah sebelumnya menerima surat permintaan bantuan yang diminta pihak KPK dan ditujukan langsung kepada Kapoldasu.

“Pemberian izin itu diberikan sesuai dengan surat permintaan bantuan dari pihak KPK kepada bapak Kapolda Sumut, tentang peminjaman tempat di Mako Sat Brimob Poldasu untuk digunakan sebagai tempat melakukan BAP kasus korupsi yang ditangani,” katanya.

Helfi menambahkan, surat dari KPK itu juga berisi permintaan bantuan pengamanan kepada Kapoldasu. Untuk itu, lanjutnya, Poldasu menyiapkan sejumlah personel untuk mengawal seluruh proses peeriksaan yang dilakukan KPK.

Menurut Kabid Humas, proses pemeriksaan dan penyelidikan terkait kasus itu sepenuhnya merupakan kewenangan mutlak KPK. Dalam kasus ini, lanjutnya, Poldasu hanya memiliki tanggung jawab menyediakan tempat dan memberikan pengawalan.

Karena itu, kata dia, dirinya tidak dapat memberikan keterangan terkait tahapan penyelidikan dan pemeriksaan yang akan dilakukan KPK selama 10 hari itu. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *