Anak Tiri: Ayah Menggantung Ku dan Oleskan Cabe ke Mata

MEDAN | Nasib malang dialami Kristian Pratama Nainggolan, yang setiap hari kerap dianiaya oleh bapak tirinya, Abeth Nego Siagian (22) tatkala sang bocah tengah asyik bermain.

KEPALA BARESKRIM“Waktu aku main ayunan di belakang rumah bapak manggil aku, tapi aku tidak dengar. Terus aku dipukuli pakai sendok nasi,” aku bocah berusia 5 tahun ini saat ditanya wartawan, di Mapolsek Patumbak, (16/11/2015).

Akibat pukulan itu, hampir sekujur tubuh Kristian mengalami memar. Seperti yang terlihat jelas pada bagian paha kirinya, wajah dan pipinya. Tak hanya itu, bocah polos ini juga mengaku pernah digantung ayah tirinya dengan posisi kaki di atas kepala di bawah di terali besi jendela kamarnya, dengan alasan yang tidak jelas.

“Ketika aku dibawa ke Jalan Selamat, Simpang Limun, mataku di olesi cabe, terus aku di injak-injak. Aku pernah juga digantung di jendela. Kakiku di atas, kepalaku di bawah. Terus aku menangis lah,” tambahnya.

Sang ibu, Verawati Boru Hutabarat (30) dan bapaknya, Bangun Nainggolan (33) punya dua anak, yakni Frisila Boru Nainggolan (8), dan Kristian Pratama Nainggolan (5), belakangan mereka berpisah.

Lalu, Verawati Boru Hutabarat menikah lagi dengan Abeth Nego Siagian. Mereka menyewa rumah di Jalan Pertahanan Patumbak, Dusun ll, Gang Amal, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak.

Kepala Dusun ll, Gang Amal, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Jonathan Panjaitan, yang mendampingi bocah tersebut bersama beberapa kepala keluarga, membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Patumbak mengatakan, mereka baru tahu kalau korban dianiaya setelah ada laporan warga yang merasa kasihan kepada anak itu.

“Ada warga yang mengadu kepada kami. Kasihan melihat korban karena senantiasa dipukuli bapak tirinya. Jadi kami bawa dia ke Polsek Patumbak guna membuat pengaduan,” sebutnya.

Keluarga korban, sambung Jonathan, tergolong penduduk baru di lingkungannya. Namun, semenjak kepindahan dari tempat tinggal sebelumnya ke lingkungan baru tidak pernah berkoordinasi dengan Kadus.

“Kabarnya, semenjak ibu kandung korban, Vera Hutabarat kawin lagi dengan suami barunya, Abeth Siagian, kehidupan anak-anaknya jarang diperhatikan. Dan kejadian pemukulan disertai penganiayaan biasanya dilakukan bapak tirinya di dalam rumah saat ibunya sedang bekerja,” jelasnya.

Warga yang iba dengan kejadian ini, akhirnya berinisiatif membawa sang bocah ke Mapolsek Patumbak untuk membuat pengaduan. Kini laporan pengaduan itu sedang ditangani pihak Polsek Patumbak.

Usai menerima pengaduan itu, Kapolsek Patumbak, AKP Wilson Bugner Pasaribu Sik, langsung memerintahkan anggotanya untuk menangkap Abeth Siagian. Dalam hitungan detik, petugas Polsek Patumbak langusng menggelandang ayah tiri yang dinilai sadis itu, bersama ibu kandungnya ke Mapolsek Patumbak guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Patumbak ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan akan melanjutkan laporan tersebut. Sebab, kasus itu menjadi fokus perhatiannya.

“Ini kita atensi. Laporan bocah ini akan kami tindaklanjuti dan akan jadi perhatian bagi kami,” katanya. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *