Tuntutan Hukuman Mati bagi Empat Kurir Narkoba Ditunda

MEDAN | Sidang empat terdakwa kurir sabu seberat 21,8 Kg dan 100 ribu butir pil ekstasi, dengan terdakwa Abdullah Ibrahim (38), Sukri Ismail (38), Zuklifli Muhammad (35) dan Abdul Jabar (40), Senin (23/11/2015), di Pengadilan negeri (PN) Medan, ditunda.

KEPALA BARESKRIM“Seharusnya sesuai jadwal, para terdakwa ini akan menedengarkan agenda sidang pembacaan putusan. Karena hari ini banyak sidang vonis, sidang terpaksa kita tunda. Karena ini sidang putusan, kita tidak bisa terburu-buru. Untuk itu, sidang vonisnya kita tunda hingga pekan depan,” ungkap hakim Sinaga.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Hutomo menuntut keempatnya dengan tuntutan hukman mati. Atas perbuatannya, para terdakwa dijerat melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Seperti diketahui keempatnya berawal dari penyergapan yang dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat pada Bus Pelangi dengan nomor polisi BL 7403 AK dan Toyota Innova warna hitam dengan pelat nomor polisi BK 1150 OA pada 8 Mei 2015 sekitar pukul 22.30? WIB.

Dari penyergerpan itu, petugas mendapati dua karung berisi 20 bungkus narkotika jenis sabu-sabu. Satu karung berhasil didapat dari bus Pelangi. Sementara satu karung lagi didapat dari mobil Toyota Innova yang diparkirkan di Jalan Gagak Hitam Medan?, tak jauh dari bus. Total sabu yang diperoleh petugas dari bus dan mobil itu lebih kurang 21.830 gram. Sabu-sabu itu menggunakan kemasan teh China yang dilakban.

Selain sabu-sabu, petugas juga menyita narkotika jenis ekstasi lebih kurang 100.000 butir dengan berat 31.297 gram. Narkotika itu ditemukan di dalam Bus Pelangi, dikemas dalam aluminium foil yang juga dilakban dengan tulisan “KUDA”.

Keempat terdakwa diamankan dalam penyergapan itu. Mereka mengaku diperintah mengantar narkoba itu ke Jakarta dengan upah sebesar Rp 40 juta. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *