Inilah Sumbangan G-Resources Martabe Gold bagi Negara

BATANGTORU | Director PT Agincourt Resources (G-Resources) Martabe Gold, Washinton Tambunan mengatakan, pengelolaan kawasan Tambang Emas Martabe berdasarkan Kontrak Karya Generasi ke VI sesuai Kepres No. B-43/Pres/3/1997 tertanggal 17 Maret 1997. Sedangkan izin operasi produksi berpegang pada SK No 649.K/30/DJB/2013 tertanggal 21 Maret 2013.

KEPALA BARESKRIMKawasan operasional produksi G-Resources sesuai Kontrak Karya Generasi ke VI seluas 163.927 hektar atau 1.639 kilometer persegi yang meliputi Kabupaten Tapsel, Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailing Natal (Madina) dan Kota Padang Sidimpuan.

“Tambang Emas Martabe adalah tambang emas dan perak kelas dunia. Penuangan emas pertama dilakukan tanggal 24 Juli 2012 lalu,” jelas Washinton.

Perkembangan cadangan mineral per 31 Desember 2014 dengan total sumber daya mineral (resource) sebesar 7,4 juta Ounces emas dan 70 juta Ounces perak. Sedangkan total cadangan (reserves) sebesar 2,68 juta Ounces dan 27,2 juta ounces perak.

“Resources adalah endapan mineral yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata. Sedangkan reserve adalah endapan mineral yang telah diketahui ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitanya dan yang secara ekonomis, teknis, hukum, lingkungan dan sosial dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan,” jelas Washinton.

Washinton memaparkan, kapasitas pabrik pengolahan PT G-Resources mencapai 4,5 juta ton biji pertahun. Sedangkan Gold Recovery-Au 78 persen mencapai Ag 55 persen sampai 65 Persen. Tingkat efiseinsi pengambilan logam, target produksi emas sebanyak 250 tibu oz pertahun dan perak 2,5 juta sampai 3,0 juta oz pertahun.

“Produk yang dihasilkan berupa Dore dengan kandungan emas 10 sampai 20 persen dan perak 80 sampai 90 persen. Dore yang dihasilkan selanjutnya dimurnikan di PT Antam Tbk,” sebut Washinton.

PT G-Resources menyumbang pendapatan dari sektor tahun 2012 sebesar 414,7 miliar, tahun 2013 sebesar 353,7 miliar, tahun 2014 sebesar 531,1 miliar dan tahun 2015 triwulan ke 3 mencapai 425,4 miliar.

Perusahaan juga memberikan deviden berdasarkan komitmen pemegang saham lama untuk memberikan 5 persen saham kepada daerah. Transaksi menjadi kewajiban di dalam Kontrak Karya Generasi ke VI, nota kesepahaman tertanggal 12 Juni 2008 antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Pemkab Tapsel, PT Agincourt Resources Singapura Pte Ltd (ARS) dan PT Artha Nugraha Agung (PT ANA).

“Berdasarkan perjanjian pemegang saham PT AR, PT ANA dan PT ARS disepakti bahwa 40 persen dari dividen yang akan diterima oleh Pemda digunakan untuk program pengembangan masyarakat di sekitar Tambang Emas Martabe. Pengelolaan dana diserahkan kepada Pemkab,” sebut Washinton.

Washinton menjelaskan, tujuan kepemiliakan 5 persen saham kepada daerah dimaksudkan guna meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat disekitar Tambang Emas Martabe. Selain itu guna mengembangkan kerjasama saling menguntungkan antara pemerintah daerah dengan swasta sekaligus meningkatkan rasa memiliki pemerintah daerah dan masyarakat terhadap tambang emas dan perak Martabe. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *