Tantangan Ekonomi Sumut Menyosong Pilkada Serentak

MEDAN |’Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK-IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Sumut (UINSU) menggelar dialog dengan tema Tantangan Perekonomian Sumut Dalam Menyongsong Pilkada Serentak 2015.

Dialog yang membahas tema tersebut digelar di Aula kampus UINSU, Jalan Pasar V timur/Willem Iskandar, Medan Estate, Rabu, (2/12/2015), menghadirkan Shohibul Anshor Siregar (Koordinator ‘nBasis), Ance Selian (Ketua DPW PKB Sumut), Benjamin Gunawan (Dosen Fak Ekonomi Islam UINSU) dan Andri Siemitra (Dosen Fak Syariah UINSU) sebagai pembicara.

Para pembicara sepakat bahwa Pilkada sebagai perhelatan politik tidak dapat diharapkan memberi manfaat langsung atas perubahan ekonomi, apalagi kesejahteraan rakyat.

Koordinator umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Sawadaya (‘nBasis), Shohibul Anshor Siregar mengatakan, tidak ada perubahan secara signifikan terhadap nasib rakyat dari perhelatan yang mengatasnamakan Pilkada.

Dijelaskannya, suksesi demi suksesi hanya prosedur demokrasi dan tidak memiliki benang merah dengan dimensi ekonomi. “Belum ada perbaikan dalam mainset pemerintahan dan rakyat sehingga demokrasi hanyalah urusan pemberian legitimasi bagi orang tertentu untuk menjadi Presiden, Gubernur, Walikota atau Bupati, ” katanya.

Selain itu, sambung Shohibul, memang pertumbuhan ekonomi boleh meningkat tetapi itu tak menjanjikan apa-apa untuk rakyat. Tiap tahun Indonesia mencatat pertumbuhan angka (jumlah) orang terkaya yang melebihi angka pertumbuhan di hampir seluruh negara di dunia.

“Ini menunjukkan bahwa kesenjangan yang dikeluhkan selama orde baru akibat Sentralisme tidak pernah terkoreksi sama sekali,” jabarnya.

Karena ini, tambahnya, diperlukan peninjauan ulang atas demokrasi ini. “Semua hal terkait demokrasi perlu ditinjau ulang, mulai dari Legal-Framework hingga teknis dan prosedural demokrasi,” jelasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *