Mental Pegawai BKKBN Sumut harus Segera Direvolusi

MEDAN | Revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, mau tak mau harus diaplikasikan oleh BKKBN. Lembaga yang mengurusi program dua anak cukup di Indonesia ini juga harus mampu merevolusi mental para pegawainya serta menerapkan tiga nilai yang diusun, yakni integritas, etos kerja dan gotong royong.

KEPALA BARESKRIM“Pemerintah Jokowi sudah mencanangkan revolusi mental. Semua kementerian lembaga sudah mencanangkan, termasuk Sumatera Utara,” jelas Sekretaris Utama BKKBN Pusat, Ambar Rahayu dihadapan pegawai BKKBN Perwakilan Sumut dalam acara Pembinaan Internal yang baru-baru ini dilaksanakan di aula kantor tersebut.

Ke depannya, sambungnya, penerapan tiga nilai yakni, integritas, etos kerja dan gotong royong itu harus dapat dilaksanakan secara konsisten dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nanti, secara nasional akan dikumpulkan agen-agen pembaruan, termasuk kepala perwakilan, eselon I, eselon II untuk merumuskan kembali kira-kira budaya kerja apakah yang sudah sinkron dengan integritas, etos kerja dan gotong royong,” tuturnya.

Setelah itu, akan dijabarkan apa perilaku dalam kehidupan sehari-hari, apa yang tidak boleh dilakukan, apa yang boleh dilakukan, itu nanti akan ada semacam panduan. Tentunya ini kembali kepada diri masing-masing apakah mau berubah atau tidak.

“Ini harus dimulai dengan revolusi mental. Namun dalam revolusi mental secara internal, secara program kita juga harus melakukan inovasi bagaiamana agar program itu bisa berjalan. Harus ada gebrakan-gebrakan. Saya berharap kepada BKKBN Perwakilan Sumut yang baru harus ada gebrakan baru untuk meningkatkan program kependudukan dan keluarga berencana di Sumut.Dan memang ini tidak akan bisa dilaksanakan jika internalnya langkahnya belum satu visi,” tegasnya.

Kepala BKKBN Perwakilan Sumut Temajaro Zega menambahkan, terkait revolusi mental ini, untuk Perwakilan Sumut yang harus dilakukan TEGAS. Apa itu TEGAS? Ini merupakan Tertib Administrasi, Tertib Program, Tertib Pegawai dan semua harus tertib.

Selain itu, perlu diterapkan GESIT, yakni gesit di semua lini, pekerjaan tidak boleh ditunda-tunda, harus cepat dan memenuhi target. Selanjutnya AMAN. Semua bekerja dengan aman sesuai aturan.Pelayanan-pelayanan juga harus aman.

“Terakhir adalah S yang merupakan santun. Jadi, pegawai-pegawai kita ajak santun untuk berperilaku lebih baik, berpikir positif, itu saja intinya,” pungkasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *