Suap Interpelasi Gatot PN | Para Tersangka akan Saling Bersaksi

JAKARTA | Penyidik KPK masih melakukan pengembangan kasus suap interpelasi yang melibatkan sejumlah anggota DPRD Sumut maupun mantan anggota dewan dengan tersangka Gubernur Sumut Non Aktif Gatot Pujo Nugroho (GPN).

KEPALA BARESKRIMKini, pemeriksaan memasuki tahap penyidikan oleh KPK dengan memanggil para tersangka untuk saling bersaksi.

“Tersangka Saleh Bangun dan Sigit Pramono Asri akan bersaksi untuk Kamaluddin Harahap. Sementara Kamaluddin Harahap bersaksi untuk tersangka SPA (Sigit Pramono Asri),” kata Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Kasus suap ke DPRD Sumut menguap ketika KPK menetapkan enam tersangka pada (3/11/2015). Mereka adalah Gatot Pujo Nugroho, Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014: Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap dan Sigit Pramono Asri.

Suap diduga diberikan terkait beberapa hal. Uang mengalir untuk persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut 2014 dan 2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD provinsi Sumut tahun 2015.

Gatot yang diduga sebagai pemberi disangka pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara kelima legislator yang diduga penerima suap disangka pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lima legislator sudah ditahan KPK pada 10 November lalu menyusul Gubernur Gatot yang sudah meringkuk di Rumah Tahanan lebih dahulu. Saleh Bangun ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, Chaidir di Polda Metro Jaya, Ajib di Rutan Klas I Salemba Jakarta Pusat, Sigit di Polres Jakarta Pusat, dan Kamaludin di Polres Jakarta Timur. (inl/B1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *