Antasipasi Banjir | Warga Medan Denai Bersih-bersih Lingkungan

MEDAN | Warga Pasar III Gang Muslimin Kecamatan Medan Denai Kelurahan Denai melakukan bersih-bersih lingkungan dalam menghadapi musim penghujan yang terkadang tidak dapat diprediksi. Di bulan Desember ini, Kota Medan kini memasuki musim penghujan.

KEPALA BARESKRIMKegiatan gotong royong ini merupakan inisiatif warga yang didasari akan kesadaran tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Warso (59) salah seorang sesepuh warga Medan Denai mengungkapkan, kegiatan ini merupakan inisiatif dari warga secara simultan yang telah banyak menyadari tentang permasalahan kebersihan dan kesehatan yang selama ini diacuhkan. “Akan tetapi mulai berangsur sadar karena bila kita tidak menjaganya bakal berakibat menjadi penyakit bagi warga juga,” ungkapnya.

Selain tentang masalah penyakit yang kerap muncul akibat permasalahan kebersihan lingkungan, seperti DBD, gatal-gatal, kudis. Ada juga masalah perubahan musim yaitu permasalahan banjir yang kerap mengancam warga didaerah peinggiran Kota Medan yang berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang.

Hal senada diungkapkan oleh warga yang kerap aktif dalam kegiatan, Sukardi dan Eko mengungkapkan, kawasan Jalan Datuk Kabu atau Pasar III merupakan daerah dengan kontur geografis rendah, sehingga dengan hujan sebentar saja daerah ini selalu terendam banjir.

“Ini sudah agak lumayan Sungai Denai telah dibuat betengan kalau sebelumnya ada banjir dari atas kita juga kena banjir. Walaupun sudah tidak banjir dari Sungai Denai daerah disini adalah dataran rendah jadi banjir acap kali menggenangi,” cetus Sukardi.

Hal ini dibuktikan bila melakukan penggalian di daerah ini 1-2 meter air sudah muncul, hal ini yang menyebabkan air sering tergenang dan lama kering, sehingga sering terjadi kasus DBD.

“Selain kebersihan lingkungan kami juga melakukan kegiatan siskamling yang dilakukan oleh warga, karena tingginya tingkat kriminalitas seperti pencurian, penodongan, penjambretan serta kejahatan yang lainnya, kita rangkul anak-anak muda untuk ikut berpartisifasi aktif dalam kegiatan lingkungan,” tandasnya.

Para pelaku kejahatan kebanyakan berumur remaja dan dekat dengan narkoba, sehingga dengan dilibatkan ini juga dapat mengawasi perkembangan para remaja yang ada disini juga untuk menghambat peredaran narkoba di lingkungan Kecamatan Medan Denai. (irfandi – jurnalis warga/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *