HeadlineIndeksSosial

Sepenggal Kisah Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat

HEMBUSAN angin membawa aroma tak sedap menusuk hidung. Malam itu masih menunjukan pukul 8 malam lewat, tepatnya di hari Sabtu, tanggal 26 Desember 2015.

Kelap kelip lampu tampak dari seberang Danau Toba menghiasi sejuknya malam di Rumah Pengasingan Presiden pertama Indonesia, Soekarno yang kini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), berlokasi di Parapat, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Keindahan dan kemolekan Danau Toba sebagai destinasi surga wisata Sumut, ditutupi embun dan gelapnya malam. Jika saja malam itu terang bagaikan di siang hari pasti mata akan terpaku terpana menyaksikan keindahan alam Danau Toba.

Malam semakin larut. Rumah Pengasingan Soekarno yang kini difungsikan menjadi rumah dinas Pemerintah Provinsi Sumut menyisakan ribuan cerita. Konon katanya, rumah berlantaikan dua peninggalan zaman Belanda selain menjadi sejarah, juga meninggalkan cerita gaib yang menarik.

Hal itu diperkuat dengan berdiri kokohnya sejumlah pepohonan tua dengan batang besar di areal rumah seakan menarik perhatian. Jenis pohon beringin persis berdiri tegak di samping rumah dinas. Sementara di posisi depan rumah tampak tiga pohon besar, dua pohon diantaranya berdempetan (berdekatan), menjulang ke atas langit.

Informasi yang beredar, rumah bekas pengasingan Soekarno dihuni oleh makhluk-makhluk halus. Seperti halnya yang dihembuskan Syafii. Ia mengaku pernah menginap di rumah dinas milik Pemerintah Provinsi Sumut dalam suatu agenda kerja di wilayah Tobasa, beberapa waktu yang lalu.

Di rumah tersebut memiliki banyak kamar yang terletak di lantai pertama dan kedua. Kendati memiliki banyak ruang peristirahatan, namun terpisah dengan yang namanya kamar mandi atau wc, tempat manusia membuang hajat.

Syafii bercerita, ketika dirinya menginap di lantai dua, untuk menempuh toilet, sebutan wc, harus melalui belasan anak tangga turun dari lantai dua menuju lantai satu. Ketika menuju ke objek yang dimaksud, pria berdarah Batak ini mengaku mendengar suara yang aneh.

“Seperti ada yang mandi,” katanya seraya mengakui, kala itu bulu kuduk (bulu halus tubuh) berdiri merinding seakan ada penampakan.

Namun, pria bermarga Sitorus ini, tetap memberanikan diri. Ternyata suara yang didengarnya itu bertolak dengan kondisinya ketika membuka pintu kamar mandi. Spontan suaranya menghilang. Tak ada bercak air yang menempel di dinding dan lantai. Bak mandi (penampungan air) seakan tak tergoyangkan alias masih tenang. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button