Kapolda Sumut: Perbedaan Ideologi Berpotensi Ganggu Kamtibmas

MEDAN | Ada beberapa potensi gangguan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tahun 2016 mendatang. Salah satunya potensi gangguan yang bersumber dari perbedaan ideologi.

KEPALA BARESKRIMHal itu dikatakan Kapolda Sumut Irjen Pol Ngadino dalam siaran pers akhir tahun di Aula Tribrata Mapoldasu, Senin (28/12/2015).

Oleh sebab itu, kata Kapolda, untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas di tahun mendatang, maka Polri mengambil beberapa langkah antisipasi seperti pemetaan potensi konflik dan penyusunan rencana aksi untuk mengatasi konflik horizontal/vertikal melalui penahapan pencegahan konflik, penanganan konflik dan pemulihan pasca konflik.

“Untuk itu perlunya meningkatkan kuantitas dan kualitas pelaksanaan operasi kepolisian dan kegiatan kepolisian. Memantapkan koordinasi dan membangun kerja sama dengan forum komunikasi pemerintahan daerah dan instansi terkait dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan,” sebut jenderal Polri berbintang dua.

Kemudian, sambung Kapolda, konflik bidang politik termasuk kelanjutan Pemilukada 2015, gangguan tapal batas, persoalan pemerintahan. Kemungkinan timbulnya konflik bersumber dari masalah ekonomi, termasuk persoalan tanah dan bidang pertambangan.

Lalu kemungkinan konflik yang bisa terjadi adalah persoalan sosial budaya seperti agama, pendidikan dan masalah buruh. Kemudian bidang keamanan termasuk radikalisme dengan ditemukannya simpatisan ISIS berupa bendera dan buku-buku ajaran ISIS yang ditemukan di Deliserdang dan Medan. Selanjutnya perkelahian antarOKP/warga, peredaran senpi ilegal, narkoba dan perjudian.

“Kami sangat berharap ke depan kami dapat memperbaiki kinerja kami. Kami juga menyadari bahwa kinerja saat ini masih kurang memuaskan. Maka dari ini kami berharap agar masyarakat secara umum turut mendukung kami dalam melaksanakan tugas untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Ngadino. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *