Harry: Masyarakat harus Paham Makna Demokrasi

MEDAN | Badan Kesbangpol dan Linmas telah melaksanakan Seri Dialog Demokrasi sebanyak 17 di sejumlah tempat di Kota Medan dengan metode kemitraan bersama organisasi kemasyarakatan dengan mengangkat tema demokrasi yang aktual di tengah-tengah masyarakat, seperti pemilukada serentak dan masih rendahnya partisipasi pemilih pada pemilukada.

KEPALA BARESKRIMHal itu ditegaskan Kasubbid Ormas dan LSM Harry SSTP MSc kepada wartawan, (5/1/2016), di Kantor Kesbangpol dan Linmas Sumut Jalan Gatot Subroto Medan.

Harry menjelaskan, program bertujuan untuk mencerdasakan masyarakat dalam memahami makna demokrasi, sehingga bisa mengaktualisasikanya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dialog ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar tidak mudah terpancing dalam menyikapi isu-isu politik yang sangat hegemoni akhir-akhir ini di tengah tengah masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat tidak mengerti atas isu-isu politik yang berkembang, sehingga menimbulkan keresahan, ketidakpastian dan suasana kamtibmas yang tidak kondusif,” kata Alumni STPDN Angkatan ke XIV.

Harry menambahkan, dalam Seri Dialog Demokrasi tersebut dihadirkan sejumlah pembicara yang memiliki kompetensi di bidangnya, masing-masing, yakni Plt Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi, Kementerian Sosial RI, Kabid III Pembinaan Politik Dalam Negeri Kesbang Pol dan Linmas Sumut, Achmad Firdausi Hutasuhut SH MSi, Pengamat Sosial Politik Drs Shohibul Anshor Siregar MSi, Komisioner KPU Sumut Ir Benget Silitonga.

“Seluruh kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan 2015 dengan out put agar pemahaman masyarakat terhadap persoalan demokrasi di negeri ini bisa menjadi baik sehingga isu-isu tentang perkembangan demokrasi apakah itu isu politik elit-elit dalam negeri, isu-isu penegakan hukum dan tentang terorisme bisa disikapi dengan baik dan bijaksana,” kata Harry.

Harry mengungkapkan, Pemprov Sumut baru saja menggelar Pilkada di 21 Kabupaten/Kota dan itu sudah dilaksanakan dengan aman dan lancar, sekaligus membuktikan bahwa pemahaman masyarakat tentang demokrasi mulai membaik meskipun memang terlihat masih banyak masyarakat yang minim dalam menggunakan hak suaranya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *