HeadlineIndeksKriminalitas

Polda Bongkar Pengoplosan Gas Berkedok Usaha Papan Reklame

MEDAN | Pengoplosan gas LPG bersubsidi berkedok gudang usaha papan reklame di Jalan Rengas Nomor 12 A Kelurahan Sekip Kecamatan Medan Petisah, dibongkar Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut, (5/1/2016).

KEPALA BARESKRIMHasilnya, 523 tabung gas terbagi dari 230 tabung gas dalam keadaan berisi dan 293 tabung gas dalam keadaan kosong beserta alat pemindah gas, diamankan dari gudang itu. Begitu juga dengan 5 orang pekerja dari tempat itu, turut diboyong ke Mapoldasu, untuk diperiksa.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Ahmad Haidar didampingi Kasubdit I/Indag, AKBP Ikhwan Lubis kepada wartawan, Rabu (6/1/2016), menyebutkan, aktifitas pengoplosan itu terungkap berdasarkan informasi yang diterima pihaknya.

Selanjutnya, disebut Haidar, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Setelah memastikan kebenaran informasi, Polda Sumut langsung melakukan penggerebekan, sehingga berhasil menemukan aktifitas pengoplosan gas LPG.

“Pengoplosan yang dilakukan, dari gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram, ke tabung gas non subsidi ukuran 12 kilogram dan ukuran 50 kilogram,” ungkap Haidar.

Haidar menambahkan, jika aktifitas pengoplosan itu, sudah berlangsung selama 1 tahun. Dikatakannya, untuk melancarkan aktifitas tersebut, pelaku melakukan sistem on-off atau buka tutup.

Dengan aksi pengoplosan itu disebut Haidar, pelaku meraup keuntungan Rp2 juta sampai Rp3 juta/hari. Disebut Haidar, hal itu didapat berdasar keuntungan Rp50 ribu/tabung, dikali penjualan setiap hari pelaku.

“Untuk gas oplosan, sejauh ini kita dapati diedarkan di Medan sekitarnya. Untuk lebih lanjut, kita masih meminta keterangan pemilik usaha,” lanjut Haidar.

Haidar menyebutkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan ahli, yakni Kementerian Perdagangan, PT Pertamina, Metreologi dan LKI.

Koordinasi itu, kata Haidar, untuk penetapan pemilik usaha berinisial IB sebagai tersangka. Termasuk juga Lurah tempat aktifitas pengoplosan tersebut, juga akan diperiksa pihaknya.

“Saat ini, kita menerapkan Praturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 8 tahun 1962 jo Pasal 6 ayat (1) huruf B Undang-Undang Darurat Nomor 7/Drt/1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi Jo Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a, b dan c Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 Jo Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 20/M-DAG/PER/5/2009 Jo Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009 Jo Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 021 Tahun 2007. Tersangka diancam lima tahun penjara dan denda Rp2 miliar,” ungkap Haidar.

Termasuk barang bukti 532 tabung gas, alat pengoplos dan 1 unit mobil pickup BK 9892 BY juga akan turut dilimpahkan. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button