Keprofesionalan Kejagung Diragukan di Kasus Bansos Sumut

JAKARTA | Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bicara soal kinerja keprofesionalan Kejaksaan Agung (Kejagung) di bidang penegakan hukum dalam kasus bantuan sosial (bansos).

KEPALA BARESKRIM“Kini lebih banyak nuansa politiknya dari pada profesionalisme di bidang hukumnya,” ujar Koordinator KontraS, Haris Azhar di Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Haris menyebutkan, terungkapnya kasus bansos Pemprov Sumatera Utara (Sumut) yang menyeret petinggi Partai NasDem membuat keraguan terhadap kinerja Kejagung yang saat itu menangani kasusnya.

Bahkan, dalam persidangan kasus tersebut terungkap bahwa Jaksa Agung HM Prasetyo diduga menerima sejumlah uang. “Dari background tersebut lah, ketika namanya disebut dalam persidangan memang wajar, Partai Nasdem dipakai untuk menjinakkan kasusnya Gatot, bayangkan saja Rio Capella seorang Sekjen, itu bukan skala broker tapi sudah skala politik,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam kesaksian mantan anak buah pengacara OC Kaligis, Fransisca Insani Rahesti alias Sisca menyebut, Evy Susanti, istri dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho menyiapkan uang sebesar USD20 ribu untuk Prasetyo terkait pengamanan penanganan perkara Gatot yang bergulir di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Hal itu terungkap dalam persidangan dengan terdakwa mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella di Pengadilan Tipikor.

Sisca membeberkan, Evy menitipkan pesan kepadanya untuk menyampaikan kepada Rio mengenai adanya kesediaan dana sebesar USD20 ribu atau sekira Rp275 juta untuk mantan Jampidum pada 2006 itu. (inl/B1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *