Narkoba Mengancam Bangsa

MEDAN | Harus ada kemampuan, kemauan dan ketegasan dari pemimpin dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia.

KEPALA BARESKRIMDemikian di antara isi ceramah Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN-RI), Komisaris Jendral Polisi (Komjen Pol), Budi Waseso dalam acara Seminar Nasional yang diadakan Forum Komunikasi Pemuda Indonesia (FKPI), di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Rabu (20/1/2016).

Dalam seminar yang dihadiri Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Adi Prawoto dan Kapolresta Medan, Kasat Reskrim Polresta Medan serta Wakasat Narkoba Polresta Medan serta Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Perwakilan Sumatera Utara.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengatakan, sejauh ini belum ada tindakan yang dapat menimbulkan efek jera bagi para bandar dan pemakai narkoba. “Belum ada tindakan yang menimbulkan efek jera bagi para pengedar narkoba,” terang Buwas, sapaan.

Sesuai arahan pak Presiden, sambungnya, terkait revolusi mental, selaku Kepala BNN RI akan terus memerangi narkoba. “Perang terhadap narkoba merupakan prioritas utama bagi saya, jika tidak diperangi secara serius, narkoba ini akan mengancam keberlangsungan kehidupan bangsa,” jelasnya.

Menurutnya, di dunia ini ada 541 jenis narkoba. “Sedangkan yang sudah masuk ke Indonesia sebanyak 37 jenis dan 18 jenis di antaranya yang baru bisa diproses hukum,” imbuh Buwas.

Sementara itu, Wakapolda Sumut, Brigjend Pol Adi Prawoto mengatakan, Indonesia sudah darurat narkotika. “Kewibawaan negara merosot, ekonomi lemah, intoleransi juga muncul di mana-mana, hampir semuanya disebabkan karena Indonesia sudah darurat narkoba,” kata Wakapolda.

Senada dengan itu, Ketua Umum FKPI, Dedy Irsan usai seminar yang dihadiri sekitar 1000 an peserta dari berbagai elemen tersebut mengatakan bahwa FKPI akan mendukung penuh pemerintah khususnya dalam pemberantasan narkotika.

“Kita akan terus mendukung pemerintah khususnya dalam pemberantasan narkotika,” kata Dedy.

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Ketua Umum FKPI, M Eriansyah. Mengatakan bahwa kegiatan yang digelar FKPI ini disambut positif oleh masyarakat. “Tokoh pemuda dan ulama sangat memberi respon positif terhadap kegiatan ini,” kata Boy, begitu ia akrab disapa.

Menurutnya, narkoba sudah sangat menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa di Indonesia. “Untuk itu, kita anak-anak muda khususnya yang tergabung dalam FKPI akan terus membuat kegiatan yang bertajuk edukasi, terutama dalam kaitannya dengan pemberantasan narkotika,” tandasnya.

Namun, Nur Wahid (76), salah seorang peserta dalam seminar itu tidak menyetujui soal konsep Revolusi mental yang didengung-dengungkan Presiden Joko Widodo. “Apakah mental itu bisa direvolusi. Pembangunan nasionalisme dan karakter bangsa itulah revolusi mental yang sesungguhnya. Itu sudah lama ada, ” katanya dengan nada tak puas. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *