Inilah Pelaku Pencuri Gaza Distro Mabar yang Ngaku Tak Takut Polisi

MEDAN | Toko Gaza Distro Mabar yang berlokasi di Jalan Rumah Potong Hewan Pasar 1 Lingkungan IX No 105 Kelurahaan Mabar kedatangan tamu yang jahil, (21/1/2016).

KEPALA BARESKRIMSalah seorang pelaku yang diketahui bernama Ismail Fadila alias Fadil bersama kawan-kawannya dengan santainya mengutil barang dagangan toko tersebut.

Menurut saksi mata, Chairul Nisa (21 tahun) salah seorang penjaga toko menjelaskan, 3 orang tidak dikenal sebelumnya datang ke toko dengan nada dan bergaya premanisme menyatroni toko.

“Mereka langsung mencuri barang-barang, seperti baju dan topi. Hasil curian sempat diabadikan dalam foto oleh pelaku. Bahkan, mereka sempat berkata kami tidak takut dengan polisi apalagi kalian semuanya. Saya siap menghadapi siapa saja apalagi polisi tidak takut sedikitpun. Biar tahu kalian semua siapa saya,” ungkap Runi sambil menangis ketakutan, Jumat (22/1/2016).

Kejadian yang menakutkan ini membuat psikologis dirinya terganggu, karena peristiwa tersebut Runi merasa terancam dengan kawanan pencuri yang mengaku kebal hukum dan tidak takut dengan Kepolisian Republik Indonesia saat ini.

“Saya takut sekali karena seperti kawanan perampok main masuk ambil barang-barang yang ada sambil ngancam mereka nggak takut polisi,” paparnya.

Selain itu saksi mata lainnya, Dedek warga setempat yang menyaksikan pencurian tersebut mengatakan, ada kawanan pencuri masuk begitu saja. “Saya saat itu sedang istirahat makan siang. Saat itu, tiba-tiba mereka masuk ke toko langsung menjarah barang-barang milik si Boim. Anehnya, mereka seperti preman besar dengan sesukanya saja mencuri barang-barang di toko tersebut,” cetusnya.

https://www.youtube.com/watch?v=isPaw2_Wdqs

“Macem di film-film barat koboi itulah, masuk sesuka hati ambil barang sambil bilang tidak takut polisi. Saya yang berniat membantu malah jadi takut karena pencuri tersebut nggak takut dengan polisi saya kira mereka polisi. Ngeri kali sudah negeri ini pencuri ngak takut dengan polisi malah mencoreng-coreng citra polisi kita,” cetus Dedek.

Sementara pemilik toko sebagai pelapor, Ibrahim Ahmad Tanjung (30) alias Boim sudah mealaporkan kasus pencurian ini ke Polsek Labuhan. Berdasarkan Surat Tanda Penerima Laporan no: STPL/64/I/2016/PEL-BLW/SEK/MEDAN LABUHAN, di mana telah terjadi pencurian toko pakaian milik pelapor berupa 30 buah kaos Bandung oblong merk Mikro zide dan merek the doch serta 16 psc topi regge dan adapun kejadian pencurian sewaktu pelapor tidak berada di tokonya.

“Saat kasus pencurian terjadi saya tidak di lokasi. Kejadian ini saya ketahui setelah diberitahukan oleh karyawan toko si Chairul Nisa di mana terlapor mencuri barang-barang milik toko seenaknya saja. Para penjaga toko jadi ketakutan apalagi si Chairul Nisa karena dia seorang wanita jadi sedikit trauma atas pencurian tersebut,” tegas Ibrahim Ahmad.

Dia meminta kepada Kapolsek Labuhan menindak tegas pelaku pencurian karena sudah sangat meresahkan karyawan dan pelanggan yang datang ke toko ini. Di mana kerugian materi mencapai puluhan juta belum lagi kerugian lainnya karyawan jadi trauma akibat perbuatan pelaku.

“Usut tuntas dan tindak tegas pelaku pencurian di toko saya, agar kasus seperti tidak terulang lagi apalagi sudah mencoreng-coreng citra kepolisian karena tidak takut dengan pihak kepolisian. Dan, apa mereka memang kebal hukum? sehingga pencuri seenaknya saja melakukan tindak kriminalitas di negeri ini. Tolong pak Kapolsek Labuhan sebagai pengayom rakyat kecil segera menangkap pelaku karena sudah sangat meresahkan kehidupan berbangsa dan bernegera. Sudah seperti teroris saja mereka saat ini sebab pencurian ini seperti berencana sekali dan sangat profesional serta pasti ada dalangnya karena mencuri terang-terangan kayak teroris bom Sarinah,” tambah Ibrahim Ahmad.

Berdasarkan Surat Tanda Penerima Laporan STPL/64/I/2016/PEL-BLW/SEK/MEDAN LABUHAN Kepala Polsek Sektor Kota Medan Labuhan sebagaimana yang dilaporkan pelapor pihak kepolisian akan menjerat tersangka pelaku pencurian dengan pasal 363 KHUPidana. Dengan hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun. Dan kasus ini sudah ditangani Polsek Labuhan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *