HeadlineIndeksKriminalitas

Kepala Kantor Pos Sipiongot Terlibat Rekayasa Perampokan

MEDAN | Kepala Kantor Pos Cabang Pasar Sipiongot yang diketahui bernama Ardin Sayur Nasution harus berurusan dengan Unit Reskrim Polres Tapanuli Selatan.

KEPALA BARESKRIMPria berusia 41 tahun itu diamankan karena merekayasa laporan dengan dalih uang Rp 665 juta milik perusahaan telah dirampok.

Warga Desa Pasar Sipiongot Padanglawas Utara tak sendirian melakukan tidak kejahatan. Ia bersama rekannya Habib Rosyadi Rangkuti (33) warga Desa Matondang, Lubuk Barumun, Palas, yang turut diamankan polisi.

Kasat Rerskrim Polres Tapsel, AKP Jama Kita Purba mengatakan, awalnya pelaku mendatangi Polres Tapsel pada 15 Januari 2016. Kedatangannya guna membuat laporan, bahwa ia telah dirampok oleh dua orang saat melintas di Jalan Lintas Desa Hutaimbaru Pasar Gunung Tua Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara.

“Dalam laporannya, uang Rp 665 juta milik perusahaan juga diambil kedua pelaku. Uang tersebut kata pelaku akan disetorkan ke BNI Pasar Gunung Tua,” kata mantan Kanit VC (judi sila) Polresta Medan ini, (23/1/2016).

Petugas Satreskrim Polres Tapsel yang mendapat laporan, lalu melakukan penyelidikan. Namun, saat petugas memeriksa handphone (HP) miliknya, diketahui perampokan itu hanyalah rekayasa untuk menggelapkan uang tersebut

“Jadi perampokan itu memang telah direncanakan dan mereka saling kenal. Di dalam HP pelaku ada sejumlah percakapan antara pelaku satu dengan pelaku lainnya,” kata Jama yang juga mantan Kanit Idik I Satres Narkoba Polresta Medan ini.

Usia melakukan aksinya, pelaku Adrian sempat melarikan diri dengan membawa uang Rp 10 juta yang merupakan hasil pembagian rekayasa perampokan itu.

“Pelaku kabur ke Pekanbaru, Riau. Saat kita lacak keberadaannya, disitu pelaku kita tangkap. Kita lalu melakukan pengembangan dan menangkap pelaku Habib,” katanya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku YSH yang masih buron.

Dari pelaku, pihaknya mengamankan barang bukti uang Rp220 juta, 1 unit sepeda motor Honda Revo BB 3521 KI dan sejumlah buku tabungan. “Kasus ini masih kita kembangkan,” pungkasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button