Korupsi Uang Kuliah USU | Dua Staf Program Magister USU Ditahan

MEDAN | Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) resmi menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran dan pengelolaan uang kuliah dari mahasiswa Program Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (FE USU), Senin (25/1/2016).

KEPALA BARESKRIMKedua tersangka yang resmi ditahan, yakni Dra Binca Wardani Lubis dan Desi Nurul Fitri masing-masing staff Program Magister Managemen USU. Keduanya dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan, untuk 30 hari ke depan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan untuk mempermudah proses penyidikan, kita melakukan penahanan terhadap dua tersangka tersebut,” ungkap Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sumut, Novan Hadian.

Usai menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut, kedua tersangka kini menjalani serangkai tes kesehatan di Poli Klinik Kejati Sumut. Kemudian, kedua tersangka langsung diboyong ke Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Keduanya ditahan untuk 30 hari kedepan,” jelas Novan dengan singkat.

Lanjut Novan, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 dan 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Begitu juga, tim penyidik Kejati Sumut tengah melakukan pemberkasan para tersangka dan selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan untuk diadili. “Pemeriksaan kali ini, juga untuk dilakukan pemberkasan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini. penyidik juga sudah memintai keterangan dari pihak Rektorat USU, Subag Tata Usaha Program Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi (FE) USU, sekrataris USU Program Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi (FE) USU dan Direktur Pasca Sarjana.

Dalam kasus ini, dua tersangka itu, diduga memalsukan bukti kwitansi pembayaran uang kuliah tersebut. Sehingga mahasiswa yang telah membayarkan uang kuliah tetap bisa mengikuti ujian dengan bukti pembayaran palsu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *