Ikapabasko Ajak Perantau Minang di Medan Pererat Silaturahmi

MEDAN | Ikatan Keluarga Padang Panjang Batipuh & Sepuluh Koto (Ikapabasko) mengajak masyarakat Minang Kota Medan yang berasal dari daerah tersebut untuk bersilaturrahmi.

KEPALA BARESKRIM“Silaturrahmi harus tetap dipererat meski sesama merantau di Medan. Sudah lama kita tidak bertemu. Mungkin pada lebaran yang lalu, ada yang tak sempat pulang kampung. Makanya silaturrahmi ini kita manfaatkan untuk berbagi informasi tentang perkembangan kampung halaman,” kata Ir Ketua Ikapasko, Herkules Abdullah MS, Rabu (27/1/2016), di Medan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda wajib pengurus Ikapabasko yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Bahkan dalam silaturrahmi yang akan berlangsung di Rumah Makan ACC, Jalan AH Nasution pada tanggal 30 Januari 2016 nanti, juga akan mengundang Wakil Walikota Padang Panjang, dr Mawardi.

“Kita sudah mengkonfirmasi Pak Wakil Walikota Padang Panjang. Insyaallah, beliau akan hadir di Medan,” kata Herkules yang didampingi sekretaris, Irfan SE MM.

Acara ini akan dimulai sejak jam 19.30 WIB, dengan berbagai kegiatan di antaranya, membahas perkembangan pembangunan, persoalan sosial, adat dan agama serta hal-hal lainnya. “Tentu akan ada acara hiburan,” imbuhnya.

Rencana silaturrahmi ini menjadapat sambutan positif dari dewan penasihat Ikapabasko, HM Yunan Sirhan dan HM Nasir Sarbaini.

Menurut Yunan, kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat silaturrahmi dan komunikasi antar sesama perantau, karena hidup di perantauan yang sangat kompetitif, maka diperlukan persatuan yang kuat.

“Dalam pertemuan ini nantinya, mudah-mudahan terbuka jalan bagi dunsanak-dunsanak untuk mengatasi kondisi yang dihadapi di perantauan,” kata Yunan yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Deliserdang ini.

Sedangkan Nasir Sarbaini mengatakan, perantau yang datang dari daerah Pabasko (Padang Panjang, Batipuh dan Sepuluh Koto) banyak yang sukses di perantauan, termasuk di Medan.

Bukan bermaksud ingin berkolusi atau nepotisme, namun saling membantu antara sesama di perantauan adalah sangat baik dan diperlukan.

“Siapa tahu nantinya dengan silaturrahmi ini terbuka jalan atau peluang-peluang yang baik untuk bisnis. Makanya kita perlu menghadirinya,” kata mantan Kepala Badan Pusat Statistik ini. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *