Indonesia Butuh 107.690 Tenaga Insinyur di Tahun 2016

MEDAN | Indonesia sangat membutuhkan tenaga insinyur yang berkualitas untuk diposisikan diberbagai lokasi pemerintahan. Seperti hal itu sulit dicapai, sebab Indonesia kini masih kekurangan tenaga insinyur.

Kementerian Riset Teknologi dan Dikti mencatat pada tahun 2015, kebutuhan insinyur sebanyak 65.483 orang, tapi ketersediaan hanya 35 ribu-an. Sedangkan, pada 2016 kebutuhannya bertambah menjadi 107.690 orang.

“Jika tidak diisi insinyur Indonesia maka posisi dan peluang di BUMN dan swasta yang anggaran bersumber dari alokasi APBN pada 2016 mencapai Rp772,7 triliun dikhawatirkan akan diambil alih insinyur asing,” Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ir Faizal Safa MSc, di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, kemarin.

Untuk itu, PII mendorong lulusan universitas ini pada fakultas teknik agar menjadi insinyur yang mampu menghadapi MEA dengan peluang menjadi insinyur berkualitas dan siap bersaing sekaligus menjadi tantangan bagi lulusan ke depannya agar mempersiapkan diri.

Warek III UMSU, Arifin Gultom menambahkan, pada MEA kompetensi lulusan dituntut perlu ditingkatkan sertifikasi profesi. Untuk itu mahasiswa dan lulusan harus memasuki organisasi profesi diiringi kemampuan hard skill dan soft skill, akhlakul karimah dan insinyur yang amanah.

Sementara itu, Rahmatullah selaku dekan mengharapkan kuliah umum MEA ini bermanfaat karena dapat menggali informasi dan potensi lainnya.

Tujuan kuliah umum ini untuk menyikapi tantangan MEA dan prospek insinyur ke depan agar bisa bersaing sekaligus peluang yang akan diraih. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *