Problem Ekonomi Penyebab Bentrok Organisasi Kepemudaan

MEDAN | Suka tidak suka, Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) memiliki kaitan historis. Almarhum Olo Panggabean adalah kader PP yang boleh disebut asuhan Ucok Majestic Yan Paruhuman Lubis.

KEPALA BARESKRIMDemikian dikatakan akedemisi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar dalam dialog yang digagas Maruli Centre, di Amaliun FoodCourt, (13/2/2016).

Dalam dialog “Peran Pemuda Dalam Menghadapi Globalisasi dengan Semangat Nasionalisme yang Sukses dan Bermartabat Tanpa Kekerasan”, Shohibul Anshor Siregar menduga, problem ekonomi bangsa sangat kental dibalik bentrok yang kerap terjadi antar OKP.

“Problem ekonomi bangsa sangat besar dibalik kekerasan konflik antara PP dan IPK. Dugaan itu terkonfirmasi oleh pembicaraan dari kedua pihak,” jelas Shohibul.

Sekretaris Umum Majelis Pimpinan Pusat Parsadaan Luat Pahae Indonesia (PLPI) ini menyerukan, semua pihak harus berani mencari solusi dalam menghindari konflik yang disebabkan persoalan remeh-temeh. “Kita perlu keberanian untuk mengutamakan pencarian solusi masalah-masalah besar kebangsaan ketimbang perbedaan instrumentatif yang ada,” seru Shohibul.

Ia heran, betapa nyamannya para OKP menggunakan atribut militer. “Di Amerika seorang militer aktif sekalipun tidak patenteng-patenteng terhadap rakyat karena di sana setiap orang adalah mantan militer. Sementara di Indonesia membiarkan dirinya militeristik selama 30 tahun dan supremasi mereka masih belum terkoreksi,” kata Shohibul sembari menambahkan pemerintahan SBY sebenarnya ditargetkan menuntaskannya sekitar tahun 2005.

Jika dengan seragam mirip militer itu, tambah Shohibul, membuat para OKP menjadi fasis. “Dengan begitu kalian (OKP) pasti ditinggal orang yang simpatisan. Itu sangat pasti,” terang Shobibul dihadapan massa Sapma IPK dan Sapma PP serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang hadir dalam dialog itu.

Alumni Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini menantang OKP yang ada. “Saya ingin kalian berani, bahwa berdasarkan UU No 40 tahun 2009 induk organisasi kalian itu bukan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Saya tantang kalian mendeclare keluar dari sana,” imbuhnya.

Kandidat Doktor dari Universitas Airlangga Surabaya ini mengajak semua steakholder untuk menyadari apa dan siapa saja yang beruntung dari bentrok OKP yang terjadi. “Saya ingin kita semua sadar siapa yang merasa beruntung jika kalian terus berkelahi,” ucap Shohibul seraya menyatakan, pernah baca sepintas tesis Iqbal yang membahas Pemuda Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *